• Sabtu, 3 Desember 2022

Polisi: Berkas Perkara Tersangka Kekerasan Seksual di Alor NTT Lengkap, Korban Menjadi 14 Orang

- Jumat, 16 September 2022 | 13:07 WIB
Ilustrasi tindak pelecehan seksual.(Dok/PR)
Ilustrasi tindak pelecehan seksual.(Dok/PR)


SINAR HARAPAN - Tim Penyidik Reskrim Polres Alor, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) melimpahkan berkas perkara kasus kekerasan seksual dengan tersangka calon pendeta SAS kepada Kejaksaan Negeri Kalabahi karena sudah lengkap.

“Berkas perkara kasus ini sudah rampung dan dalam waktu dekat akan segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kalabahi,” kata Kasat Reskrim Polres Alor Iptu Yames Jems Mbau di Kupang, Jumat 16 September 2022.

Dia mengatakan hal ini berkaitan dengan perkembangan kasus dugaan kekerasan seksual dengan tersangka SAS, seorang calon pendeta yang bertugas di Alor, yang telah melakukan perbuatan asusila-nya terhadap korban yang sebagian besar anak di bawah umur sejak Mei 2021 hingga Maret 2022.

Baca Juga: Kejagung-Kemendag Sepakat Cegah Korupsi Sektor Perdagangan

Selain sebagai korban kekerasan seksual, belasan anak itu juga diketahui sebagai korban pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Kini korban kekerasan seksual oleh SAS sudah bertambah menjadi 14 orang. Di mana dari jumlah itu sebagian besar adalah anak-anak usia di bawah 17 tahun ke bawah.

Jems mengatakan bahwa, dari hasil penyelidikan tim penyidik Polres Alor, diketahui bahwa para korban selain dicabuli, ada pula remaja perempuan yang direkam video dan difoto saat sedang tidak mengenakan pakaian atau saat telanjang.

Baca Juga: Ini Tanggapan Jokowi soal Dirinya Menjadi Cawapres di 2024

“Hasil pengakuan para korban dan tersangka sebelum melakukan aksi asusilanya tersangka merekam video para korban,” ujar Kasat Reskrim.

Usai melakukan tindakan asusilanya dan merekam video para tersangka, dia mengancam para korban untuk tidak melaporkan perbuatan dari tersangka, jika tidak ingin video yang direkam itu tersebar.

Kasus ini, ujar dia, terus diselidiki oleh Polres setempat. Dan jumlah korbannya terus bertambah dari semula enam orang, lalu bertambah jadi 12 orang dan kini jadi 14 orang.

Baca Juga: Kejagung Terima Pelimpahan Kembali Berkas Perkara Ferdy Sambo Cs

Kapolda NTT Irjen Setyo Budiyanto mengharapkan agar tersangka kasus tersebut bisa diberikan sanksi yang maksimal atas perbuatannya.

Ia juga menginstruksikan kepada kepala Polres Alor agar proses penegakan hukum dilakukan secara profesional dan juga sesuai prosedural.

Selain itu juga dalam proses penyidikannya dilakukan sesuai alat bukti dan saat ini sudah bisa dilakukan karena bukti-bukti sudah lengkap.***


 

Editor: Norman Meoko

Sumber: Antara

Tags

Terkini

X