• Sabtu, 3 Desember 2022

Kejaksaan Agung Terus Lanjutkan Penyitaan Aset Milik Surya Darmadi

Banjar Chaeruddin
- Jumat, 2 September 2022 | 10:37 WIB

Surya Darmadi (dok/indopolitika.com)

SINAR HARAPAN--Penyitaan atas aset milik tersangka korupsi Surya Darmadi terus dilakukan penyidik Kejaksaan Agung. Sejumlah aset disita pekan ini, termasuk tug boat dan tongkang di Pelabuhan Kabil Batam.

"Benar ada dua kapal yang disita oleh Kejaksaan Agung dan dibawa ke Pelabuhan cruede palm oil (CPO) Kabil Batam, yaitu Kapal Tug Boat (kapal tunda) Royal Palma 21 dan Kapal Tongkang Royal Palma IV," ujar Kasi Pidsus Kejari Batam Aji Sattio Prakoso di Batam.

Penyitaan itu dilakukan guna kepentingan penyidikan terhadap perkara Tindak Pidana Pencucian Uang dengan tindak pidana asal. Yaitu tindak pidana korupsi dalam kegiatan usaha perkebunan kelapa sawit yang dilakukan oleh PT Duta Palma Grup di Kabupaten Indragiri Hulu.

Diberitakan, pendiri PT Duta Palma Grup tersebut ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi lahan sawit seluas 37.095 hektare di Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau, bersama Raja Thamsir Rachman selaku Bupati Indragiri Hulu Periode 1999-2008. Menurut perhitungan BPKP kerugian negara mencapai Rp 104,1 triliun.

Jaksa penyidik berkonsentrasi menelusuri aset-aset milik tersangka. Penyidik menyita 32 aset Surya Darmadi, di antaranya 18 aset ada di Jakarta, 12 aset ada di Riau, dan dua aset ada di Bali.

Menurut Kapuspenkum Ketut Sumedana, penyidik menyita hotel di Bali dan akan melakukan pelacakan aset-aset tersangka di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Jambi, dan Batam.

Penyidik juga berhasil menyita sebuah Helikopter Bell 427 bernomor seri 58001 dengan nomor pendaftaran PK-DPN pemilik PT Deb Air Nusantara.

Sebelumnya, penyidik juga telah menyerahkan barang bukti uang senilai Rp. 5,1 triliun dan 11 juta uang dollar Amerika dan pecahan 646 dolar Singapura ke kas negara melalui Bank milik Pemerintah.

Barang bukti uang itu akan dititipkan ke Bank Mandiri dan beberapa bank milik pemerintah lainnya. "Uang sitaan yang diserahkan dari pak Jampidsus berjumlah Rp5,1 triliun. Itu dalam rupiah. Lalu 11 juta dalam bentuk uang dollar Amerika. Lalu ditambah 646 dolar Singapura," kata Ketut.

Halaman:

Editor: Banjar Chaeruddin

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Terkini

X