Kabareskrim Polri Sebut Putri Candrawathi Ikut dalam Skenario Irjen Ferdy Sambo

- Sabtu, 20 Agustus 2022 | 18:09 WIB
Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto.(Antara/HO-Divisi Humas Polri)
Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto.(Antara/HO-Divisi Humas Polri)


SINAR HARAPAN - Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri Komjen Agus Andrianto mengungkapkan peran Putri Candrawathi, tersangka pembunuhan Brigadir J, ikut dalam skenario yang dibangun oleh suaminya, Ferdy Sambo.
 
"Mengikuti skenario yang dibangun oleh FS," kata Agung saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu 20 Agustus 2022.
 
Jenderal bintang tiga itu mengatakan bahwa keterangan para saksi dan alat bukti yang ada (fakta penyidikan) menjadi dasar penyidik menetapkan Putri sebagai tersangka bersama suaminya, Irjen Ferdy Sambo.

Baca Juga: Timsus Polri Kantongi Dua Alat Bukti Penetapan Tersangka Putri Candrawathi

Dari fakta penyidikan, kata dia, Putri terekam kamera CCTV berada di tempat kejadian perkara, baik sebelum, sesaat, maupun sesudah, penembakan Brigadir J.
 
"(Putri) ada di lantai tiga ketika Ricky dan Richard saat ditanya kesanggupan untuk menembak almarhum Josua," kata Agus.
 
Putri juga yang mengajak berangkat ke Duren Tiga bersama tersangka RE, tersangka RR, tersangka KM, dan korban Brigadir J."Bersama FS saat menjanjikan uang kepada RE, RR, dan KM," ungkapnya.

Baca Juga: Istri Ferdy Sambo Disangkakan Pasal Pembunuhan Berencana dengan Ancaman Hukuman Mati

Sebelumnya, penyidik tim khusus Polri menetapkan Putri Candrawathi sebagai tersangka pembunuhan berencana Brigadir J.
 
Ia dan suaminya, Irjen Pol. Ferdy Sambo, serta tiga tersangka lainnya Bharada Richard Eliezer (Bharada E), Brigadir Kepala Ricky Rizal (Bripka RR) dan Kuat Ma'aruf dijerat dengan Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP dengan ancaman hukuman mati.
 
Setelah ditetapkan sebagai tersangka, penyidik belum langsung menahan Putri dengan alasan sakit dan meminta izin selama 7 hari.

Baca Juga: Timsus Polri Tetapkan Istri Irjen Ferdy Sambo Tersangka Pembunuhan Brigadir J

Surat keterangan sakit dilayangkan sehari sebelum penyidik melakukan gelar perkara untuk menetapkan tersangka pada hari Kamis 18 Agustus 2022.
 
Dalam perkara ini, sebanyak 83 personel Polri turut diperiksa diduga melanggar prosedur tidak profesional dalam menangani TKP Duren Tiga. Dari jumlah tersebut, sebanyak 35 orang direkomendasikan untuk dilakukan penempatan khusus (patsus).
 
Dari 35 orang tersebut, sebanyak 18 orang telah dilakukan patsus, tiga di antaranya ditetapkan sebagai tersangka, yakni Ferdy Sambo, Richard Eliezer, dan Ricky Rizal.

Baca Juga: Pelanggar Kode Etik Polri Terkait Irjen Ferdy Sambo Bertambah Menjadi 36 Orang

Dari 15 orang yang menjalankan patsus, enam orang di antaranya diduga kuat terlibat tindak pidana menghalangi penyidikan perkara pembunuhan berencana Brigadir J.
 
Enam orang tersebut, yakni Irjen Ferdy Sambo (tersangka 340), Brigjen Hendra Kurniawan (mantan Karo Paminal Div Propam Polri), Kombes Agus Nurpatria (mantan Kaden A Biropaminal Div Propam Polri), AKBP Arif Rahman Arifin (mantan Wakaden B Biropaminal Div Propam), Kompol Baiqui Wibowo (mantan PS Kasubbag Riksa Bag Gak Etika Rowabprof Div Propam Polri), dan Kompol Chuck Putranto (mantan PS. Kasubbagaudit Bag Gak Etika Rowabprof Div Propam Polri).***

Editor: Norman Meoko

Sumber: Antara

Tags

Terkini

Perawat Yang Gunting Jari Bayi Dinonaktifkan

Minggu, 5 Februari 2023 | 18:58 WIB

Penahanan Ferdy Sambo Diperpanjang Hingga 8 Maret

Minggu, 5 Februari 2023 | 18:52 WIB
X