• Selasa, 4 Oktober 2022

MAKI Ungkap Bisnis Ilegal Pembuangan Limbah Oli di Perairan Batam

- Kamis, 11 Agustus 2022 | 12:25 WIB
Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman saat berada di perairan Selat Singapura. Boyamin berada di dekat kapal yang diduga membawa limba lumpur oli. (Antara/Dokumentasi Pribadi)
Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman saat berada di perairan Selat Singapura. Boyamin berada di dekat kapal yang diduga membawa limba lumpur oli. (Antara/Dokumentasi Pribadi)


SINAR HARAPAN - Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman mengungkap bisnis ilegal pembuangan limbah lumpur oli melalui kapal dari Singapura ke perairan Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Boyamin saat melakukan investigasi di perairan yang berbatasan antara Singapura dan Batam, Kamis 11 Agustus 2022 mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan satu kapal asing dengan kapasitas besar. Kapal ini diduga bawa limbah beracun, kemudian dilansir ke belasan kapal asal Indonesia untuk dibawa ke Batam.

Ia menduga ada perusahaan di Batam yang menampung limbah tersebut. Perusahaan ini juga akan dilaporkan ke kementerian terkait dan aparat penegak hukum karena distribusi limbah itu diduga ilegal.

Baca Juga: Kejaksaan Batam Tenggelamkan Dua Kapal Vietnam

"Di belakang saya ada kapal besar yang membawa lumpur oli. Limbah itu kemudian ditransfer ke kapal-kapal kecil untuk dibuang ke Batam," katanya.

Diduga sebagian limbah dari kapal-kapal kecil asal Indonesia itu dibuang di kolam bekas gajian bahan tambang. Sebagian lagi diduga dibuang ke perairan Batam dengan menggunakan karung.

"Ini persoalan serius, yang sudah kami laporkan ke Kemenkopolhukam dan Kementerian Lingkungan Hidup untuk ditindaklanjuti," ujarnya.

Baca Juga: Polda Kepri Tangkap Dua Jaringan Pengiriman Calon Pekerja Migran Indonesia Ilegal di Batam

Boyamin mengatakan bahwa permasalahan pembuangan limbah beracun ke sebagian wilayah Kepri bukan baru-baru ini terjadi.

Ia menduga pembuangan lumpur limbah itu sudah bertahun-tahun lalu terjadi sehingga kerap ada limbah oli di pesisir Batam, bahkan sampai di perairan Bintan.

"Pada tahun lalu, Kementerian Lingkungan Hidup berhasil menangkap satu kapal yang membawa limbah oli. Beberapa bulan lalu, para pihak yang terlibat sudah divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri Batam," ujarnya.

Baca Juga: Satu Jenazah Pekerja Migran Hilang di Batam Ditemukan di Singapura

Boyamin mengemukakan pembuangan limbah lumpur oli di Batam maupun daerah lainnya di Kepri merugikan negara. Selain merusak habitat di perairan, sektor pariwisata juga terganggu akibat limbah oli,yang masuk ke kawasan pariwisata.

"Tentu sektor perikanan dan bisnis pariwisata menjadi terganggu," ucapnya.

Ia berharap bisnis pembuangan limbah ini segera tuntas sampai ke akar-akarnya agar tidak terulang lagi pada masa mendatang.

"Kami berharap temuan kali ini membuahkan kebijakan yang mampu menghentikan aktivitas ilegal yang merugikan negara dan masyarakat," katanya.***

Editor: Norman Meoko

Sumber: Antara

Tags

Terkini

Komnas HAM Turunkan Tim Pemantauan Tragedi Kanjuruhan

Minggu, 2 Oktober 2022 | 11:38 WIB

IPW Minta Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan Mundur

Minggu, 2 Oktober 2022 | 10:19 WIB
X