• Rabu, 5 Oktober 2022

Polisi Tangkap Pengirim Pekerja Migran Indonesia Ilegal Lewat Pelabuhan Internasional

- Selasa, 9 Agustus 2022 | 15:05 WIB
Kapolsek Kawasan Pelabuhan Batam Ajun Komisaris Yusriadi Yusuf sedang menanyai salah seorang pelaku.(Antara/HO-Humas Polresta Barelang)
Kapolsek Kawasan Pelabuhan Batam Ajun Komisaris Yusriadi Yusuf sedang menanyai salah seorang pelaku.(Antara/HO-Humas Polresta Barelang)


SINAR HARAPAN - Polisi menangkap enam orang pelaku perdagangan orang yang melakukan pengiriman calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal melalui Pelabuhan Internasional Batam Centre

“Pelaku memberangkatkan calon PMI tidak sesuai dengan prosedur atau mekanisme yang ada, tidak memiliki badan hukum untuk memberangkatkan PMI ke luar negeri serta tidak memiliki SIP3MI (Surat Izin Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia),” kata Kapolsek Kawasan Pelabuhan Batam Ajun Komisaris Yusriadi Yusuf di Batam Kepulauan Riau, Selasa 9 Agustus 2022.

Dia menyebutkan keenam orang pelaku yang berhasil diamankan yaitu berinisial K (57 Tahun), R (35 Tahun), A (51 Tahun), RS (47 Tahun), SS (51 Tahun), SH (53 Tahun).

Baca Juga: Polda Kepri Tangkap Dua Jaringan Pengiriman Calon Pekerja Migran Indonesia Ilegal di Batam

Dia menjelaskan, penangkapan keenam orang pelaku ini bermula dari kecurigaan petugas yang mengetahui ada seorang korban berinisial E yang sedang berada di Pelabuhan internasional Batam Centre, akan berangkat kerja ke Malaysia dengan membayar biaya sebesar Rp15.000.000 untuk pengurusan keberangkatannya ke Malaysia.

Kecurigaan petugas diperkuat setelah mengecek surat-surat yang dibawa oleh korban yang tidak sesuai dengan prosedur serta tidak memiliki badan hukum untuk memberangkatkan PMI ke luar negeri.

“Seperti yang kita ketahui syarat untuk menjadi PMI legal ada sembilan syarat yakni, usia minimal 18 tahun ke atas, memiliki kompetensi atau kemampuan, sehat jasmani rohani, terdaftar di BPJS tenaga kerja, mempunyai perjanjian kerja, kontrak kerja, KTKLN (Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri), visa kerja, serta terdaftar di SISKOP2MI,” ia menjelaskan.

Baca Juga: Malaysia Sepakati Integrasi Perekrutan Pekerja Migran Indonesia

Yusuf mengatakan, enam pelaku yang sudah ditangkap ini sudah sering melakukan kegiatan ilegal ini mulai dari pencarian korban, sampai mengurus hingga ke negara tujuan.

“Menurut pengakuan pelaku, mereka sudah memberangkatkan PMI setiap hari. Dalam sehari mereka bisa memberangkatkan lima sampai lima belas orang per hari, korban banyak berasal dari Jawa Timur dan Lombok, memang sudah di katakan golongan pemain,” katanya.

Barang bukti yang berhasil diamankan berupa paspor, handphone, surat atau tiket keberangkatan, kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dan buku tabungan.

Atas perbuatannya pelaku di jerat dengan pasal 81 Undang-Undang No 18 Tahun 2017 Tentang Perlindungan Tenaga Migran Indonesia dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara.***

Editor: Norman Meoko

Sumber: Antara

Tags

Terkini

Pengacara Sebut Bharada E Siap Hadapi Persidangan

Rabu, 5 Oktober 2022 | 07:27 WIB
X