• Rabu, 5 Oktober 2022

Masa Penempatan Khusus Irjen Ferdy Sambo di Mako Brimob Kelapa Dua sampai 30 Hari

- Minggu, 7 Agustus 2022 | 12:08 WIB
Irjen Ferdy Sambo saat tiba di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (4/8/2022).(Dok/Antara/Laily Rahmawaty)
Irjen Ferdy Sambo saat tiba di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (4/8/2022).(Dok/Antara/Laily Rahmawaty)


SINAR HARAPAN - Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menyebutkan Irjen Ferdy Sambo ditempatkan di tempat khusus (Patsus) di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, selama 30 hari.
 
"(Selama) 30 hari info dari Itsus," kata Dedi saat dikonfirmasi lewat pesan instans di Jakarta, Minggu 7 Agustus 2022.
 
Mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri Irjen Ferdy Sambo diduga melakukan pelanggaran prosedur dalam penanganan tempat kejadian perkara (TKP) tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigasir J di rumah dinasnya Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Baca Juga: Dibawa ke Mako Brimob, Kadiv Humas: Ferdy Sambo Langgar Prosedur Penanganan TKP Duren Tiga

Sebelumnya, Ferdy Sambo diperiksa oleh Inspektorat Khusus (Itsus) pada Sabtu 6 Agustus 2022 terkait etik dalam penanganan TKP Duren Tiga, dan langsung ditempatkan di patsus Mako Brimob dalam rangka pemeriksaan.
 
"(Penempatan khusus) dalam konteks pemeriksaan. Jadi tidak benar ada itu (penangkapan dan penahanan),” ujar Dedi, Sabtu 6 Agustus 2022.

Selama ditempatkan di patsus, Ferdy Sambo dijaga ketat oleh anggota Polri.

Baca Juga: Sambo dan Tiga Perwira Ditahan, Pengamanan Bareskrim Polri Akan Ditingkatkan

Selain memeriksa pelanggaran kode etik-nya, Tim khusus (Timsus) Polri juga menyelidiki dugaan tindak pidana terhadap 25 anggota Polri yang melanggar prosedur tidak profesional menangani TKP Duren Tiga.
 
Dari 25 orang yang diperiksa tersebut, kata Dedi, terdapat empat orang yang ditempatkan di tempat khusus (Patsus) dalam rangka pembuktian yang lainnya, yakni sidang kode etik karena tidak profesional di dalam melaksanakan olah TKP, salah satunya Ferdy Sambo.
 
Berdasarkan hasil pemeriksaan Tim gabungan Pengawasan Pemeriksaan Khusus (Wasriksus) terhadap Irjen Ferdy Sambo yang diduga melakukan pelanggaran prosedur dalam penanganan tindak pidana meninggalnya Brigadir J di rumah dinas Kadiv Propam Polri.

Baca Juga: Kapolri Copot Irjen Sambo, Posisi Kadiv Propam Dijabat Irjen Pol Syahar Diantono

Ia menyebutkan, dari hasil pemeriksaan Wasriksus atau Inspektorat Khusus terkait masalah tersebut, sudah diperiksa 10 saksi.

Dari keterangan 10 saksi yang diperiksa dan beberapa bukti, Irsus menetapkan bahwa Irjen FS diduga melakukan pelanggaran terkait menyangkut masalah ketidak profesionalan di dalam olah TKP.
 
"Oleh karenanya, pada malam hari ini yang bersangkutan langsung ditempatkan di tempat khusus yaitu Korps Brimob Polri,” tutur Dedi.
 
Dalam kasus tewasnya Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo pada Jumat 8 Juli 2022 lalu, Tim Penyidik Timsus Bareskrim Polri telah menetapkan Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E sebagai tersangka, dengan sangkaan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan juncto Pasal 55 dan 56 KUHP tentang persekongkolan.***

Editor: Norman Meoko

Sumber: Antara

Tags

Terkini

Pengacara Sebut Bharada E Siap Hadapi Persidangan

Rabu, 5 Oktober 2022 | 07:27 WIB
X