• Sabtu, 3 Desember 2022

Pengakuan BNN, Narapidana Masih Kendalikan Narkoba dari Balik Tahanan

- Rabu, 27 Juli 2022 | 10:38 WIB
Deputi Pemberantasan BNN Irjen Kenedy usai pemusnahan barang bukti narkoba di Gedung BNNP DKI Jakarta, Selasa (26/7/2022).(Antara/Dokumentasi Pribadi)
Deputi Pemberantasan BNN Irjen Kenedy usai pemusnahan barang bukti narkoba di Gedung BNNP DKI Jakarta, Selasa (26/7/2022).(Antara/Dokumentasi Pribadi)


SINAR HARAPAN - Badan Narkotika Nasional (BNN) menyebutkan bahwa sampai saat ini warga binaan hingga narapidana masih bisa mengendalikan jaringan narkoba dari balik rumah tahanan (rutan) atau lembaga pemasyarakatan (lapas).

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Kenedy di Jakarta, Rabu 27 Juli 2022 menjelaskan bahwa pengedar maupun pemakai narkoba yang sudah ditahan masih bisa melakukan transaksi, maupun pengendalian dari lapas atau rutan.

"Mereka yang ada di dalam lapas masih mengendalikan. Ini kami juga sudah koordinasi, bekerja sama dengan Kemenkumham untuk mengeliminasi para pengendali (narkoba) yang ada di lapas ini," katanya.

Baca Juga: Ingatkan Turis, Kepala BNN Sebut Bali Bukan 'Safe Haven' Narkotika

Dia menjelaskan bahwa pengedar atau pengguna masih memiliki jaringan, bahkan dari luar negeri untuk mengendalikan peredaran dan transaksi.

Kennedy juga tidak merinci, bagaimana pada narapidana itu bisa mengendalikan bisnis narkobanya dari dalam rutan atau lapas.

Oleh karena itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan Ditjen Pemasyarakatan Kemenkumham untuk menyisir narapidana dan warga binaan yang masih memiliki komunikasi dengan jaringan narkoba.

Baca Juga: BNN Musnahkan 308.445 Gram Sabu-sabu dan 29.482 Butir Ekstasi

BNN pun sudah memetakan sejumlah wilayah yang menjadi pemasok barang haram terutama jenis sabu dan ganja, antara lain Aceh, Riau dan Sumatra Utara.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan BNN dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), pengguna narkoba berusia antara 15 sampai 59 tahun.

"Dari itu semua, umur-umur produktif yang sangat banyak penggunanya, mulai dari umur 20 sampai 40 (tahun) itu sangat banyak," kata Kenedy.

Ia menambahkan bahwa prevalensi pengguna narkoba di atas satu tahun meningkat dari 1,8 persen terhadap jumlah penduduk Indonesia pada 2019, menjadi 1,95 persen pada 2022.***

Editor: Norman Meoko

Sumber: Antara

Tags

Terkini

X