• Senin, 28 November 2022

Aneh! Tiga Kali Persidangan KPK Tidak Hadirkan Bupati Bogor Nonaktif Ade Yasin

- Senin, 25 Juli 2022 | 11:47 WIB
Sidang ketiga perkara dugaan suap BPK dengan terdakwa Bupati Bogor, Ade Yasin, di di Pengadilan Negeri Bandung Tipikor, di Bandung, Jawa Barat, Senin (25/7/2022).(Antara/M Fikri Setiawan)
Sidang ketiga perkara dugaan suap BPK dengan terdakwa Bupati Bogor, Ade Yasin, di di Pengadilan Negeri Bandung Tipikor, di Bandung, Jawa Barat, Senin (25/7/2022).(Antara/M Fikri Setiawan)


SINAR HARAPAN - Jaksa penuntut umum KPK kembali tak menghadirkan secara tatap muka terdakwa Bupati Bogor nonaktif, Ade Yasin, pada sidang ketiga dugaan suap Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Jawa Barat.

Yasin terpaksa mengikuti secara daring persidangan dengan agenda tanggapan jaksa atas nota keberatan atau eksepsi terdakwa yang berlangsung di Ruang Sidang IV Soebekti di Pengadilan Negeri Bandung Tipikor, Bandung, Senin 25 Juli 2022.

Kuasa hukum dia, Roynal Pasaribu, mengaku keberatan atas kondisi itu karena kliennya kesulitan mendengar tanggapan jaksa selama mengikuti persidangan secara daring.

Baca Juga: Kuasa Hukum Sebut KPK Seret Ade Yasin ke Dugaan Suap BPK Tanpa Bukti

"Ini salah satu kendala, mengapa kami meminta terdakwa dihadirkan secara offline. Dengan tidak dapat mendengarkan tanggapan jaksa atas nota keberatan, ini merupakan kerugian bagi terdakwa," kata Pasaribu.

Terlebih, menurut dia, kini kliennya sudah dititipkan di Rumah Tahanan Bandung, tak lagi di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya, Jakarta.
 
Sementara, ketua majelis hakim, Hera Kartiningsih, menyebutkan bahwa terdakwa tidak hadir karena penanggung jawab rumah tahanan khawatir tahanan yang dititipkan bisa menularkan virus ketika keluar masuk rumah tahanan itu.

Baca Juga: Pengacara Ajukan Eksepsi Bantah Bupati Bogor Nonaktif Ade Yasin Suruh Suap Pegawai BPK

"Tapi yang jelas akan saya usahakan untuk pemeriksaan terdakwa. Tapi yang pasti apabila setiap pemeriksaan saksi terdakwa akan diajukan bolak-balik keluar masuk, akan membahayakan bagi tahanan yang lain. Apalagi sekarang lagi Covid," ujarnya, menjawab keberatan Pasaribu.

Sidang selanjutnya akan dilaksanakan pada Senin 1 Agustus 2022 dengan agenda putusan sela dari majelis hakim di Pengadilan Negeri Bandung Tipikor di Bandung.***

Editor: Norman Meoko

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KPK Panggil Dua Pengacara Gubernur Papua Lukas Enembe

Kamis, 24 November 2022 | 12:28 WIB

Tokoh PAN di Subang Dijerat KPK

Selasa, 22 November 2022 | 21:38 WIB
X