• Sabtu, 3 Desember 2022

DPR Nilai Sejumlah Nama Layak Gantikan Irjen Ferdy Sambo, Nama Brigjen Hendro Pandowo Disebut

- Rabu, 20 Juli 2022 | 10:32 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo didampingi Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono, Asisten ASDM Irjen Wahyu Widada, dan Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menyampaikan keterangan pers di Mabes Polri, Jakarta, Senin (18/7/2022) malam.(Dok/Antara/Laily Rahmawaty)
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo didampingi Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono, Asisten ASDM Irjen Wahyu Widada, dan Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menyampaikan keterangan pers di Mabes Polri, Jakarta, Senin (18/7/2022) malam.(Dok/Antara/Laily Rahmawaty)


SINAR HARAPAN - Anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan menyerahkan sepenuhnya kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terkait pengganti Irjen Ferdy Sambo sebagai Kepala Divisi Propam definitif, namun dirinya tidak menampik sejumlah nama yang sempat beredar layak untuk mengisi jabatan tersebut.

“Saya tidak mau sebutkan nama, tidak masalah Mas Hendro (Wakapolda Metro Jaya Brigjen Hendro Pandowo), Mas Andi Rian (Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Brigjen Andi Rian Djajadi), Mas Ahmad Ramadhan (Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan). Bahkan beberapa nama yang lain (masih ada beberapa nama lainnya 'at least' menurut saya) yang layak untuk dihadirkan," kata Arteria kepada para wartawan di Jakarta, Rabu 20 Juli 2022.

Dia menyerahkan sepenuhnya kepada Kapolri untuk menentukan pilihannya sesuai dengan kebutuhan dan kondisi objektif Polri saat ini.

Baca Juga: Pengamat: Keputusan Kapolri Nonaktifkan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo Dinilai Tepat

Menurut dia, Polri memiliki banyak aset-aset sumber daya manusia (SDM) terbaiknya yang bisa menempati posisi Kadiv Propam definitif.

"Intinya, pengganti Pak Sambo harus bisa menjadi penyelesai masalah, diterima dan menjadikan Polri solid, mampu menjaga marwah institusi Polri dan meningkatkan kepercayaan publik kepada Polri pasca kejadian," ujarnya.

Selain itu, dia menilai langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menonaktifkan Irjen Ferdy Sambo sebagai Kepala Divisi Propam telah menepis isu ada upaya menutupi kasus baku tembak antaranggota Polri.

kapBaca Juga: Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo Dinonaktifkan

Dia mengatakan, saat ini tim gabungan yang dibentuk Kapolri bekerja secara cermat, karena tidak ada alasan untuk tidak mengungkap fakta yang sebenarnya dan mencari kebenaran substantif.

Hal itu, menurut dia, karena institusi Polri sudah membuka diri untuk mengusut secara tuntas kasus baku tembak antaranggota Polri di rumah dinas Irjen Pol Ferdy Sambo, Jumat 8 Juli 2022.

Arteria mengaku akan mewakafkan diri untuk mengawal penanganan kasus baku tembak antara Brigadir J dengan Bharada E, karena kasusnya multidimensi dan multispektrum.

Baca Juga: Kasus Pelecehan dan Pengancaman ke Istri Irjen Ferdy Sambo Naik Tahap Penyidikan

"Saya pribadi akan mewakafkan diri untuk mengawal kasus ini. Kasus ini multidimensi dan multispektrum, masih banyak cerita yang belum terceritakan," ujarnya.

Dia mengapresiasi langkah-langkah yang diambil Kapolri dalam menyelesaikan kasus tersebut, karena di setiap penggalan cerita mampu menjaga "moral of the story" khususnya bagi Polri sebagai institusi.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menonaktifkan Irjen Ferdy Sambo dari jabatannya sebagai Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri terhitung mulai Senin 18 Juli 2022.

"Malam ini, kami putuskan untuk Irjen Ferdy Sambo untuk sementara jabatannya dinonaktifkan dan kemudian jabatan tersebut diserahkan ke Pak Wakapolri untuk selanjutnya tugas tanggung jawab di Propam akan diemban Wakapolri," kata Sigit di Mabes Polri, Jakarta, Senin 18 Juli 2022 malam.

Menurut Sigit, keputusan ini diambil untuk mengantisipasi adanya spekulasi-spekulasi berita yang muncul dan akan berdampak pada penyidikan yang sedang berjalan.***

Editor: Norman Meoko

Sumber: Antara

Tags

Terkini

X