• Selasa, 4 Oktober 2022

Kajati Jawa Timur Sebut Terdakwa MSAT Didakwa Pasal Berlapis, Kasus Dugaan Pencabulan Santriwati

- Senin, 18 Juli 2022 | 14:09 WIB
Sidang MSAT di Pengadilan Negeri Surabaya yang berlangsung tertutup. (Antara/Indra)
Sidang MSAT di Pengadilan Negeri Surabaya yang berlangsung tertutup. (Antara/Indra)


SINAR HARAPAN - Terdakwa MSAT didakwa dengan pasal berlapis pada sidang perdana kasus dugaan pencabulan terhadap santriwati di Pengadilan Negeri Surabaya, Jawa Timur, yang digelar secara tertutup, Senin 18 Juli 2022.
 
Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jatim Mia Amiati usai persidangan di PN Surabaya, Senin 18 Juli 2022 mengatakan, agenda sidang hari ini adalah pembacaan dakwaan.
 
"Agenda dakwaan. Tugas kami sebagai jaksa penuntut umum (JPU) melaksanakan penuntutan. Tidak ada arogansi karena kami ingin menegakkan hukum dengan humanis," ujarnya.

Baca Juga: Ratusan Personel Kepolisian Disiagakan untuk Menjaga Sidang MSAT, Kasus Dugaan Pencabulan

Ia mengatakan dalam dakwaan tersebut terdakwa didakwa dengan pasal berlapis seperti yang sudah diungkapkan sebelumnya.

"Terdakwa kami kenakan Pasal 285 KUHP tentang Perkosaan dengan ancaman hukuman 12 tahun kurungan penjara, kemudian Pasal 295 KUHP tentang Pencabulan dengan ancaman 9 tahun penjara, dan Pasal 294 ayat 2 kedua dengan ancaman 7 tahun junto Pasal 65 ayat 1 KUHP," ujarnya.
 
Ia mengatakan pihaknya akan mengikuti proses persidangan sesuai dengan aturan yang berlaku. "Berdasarkan penyidikan berkas sudah ada. Hormati ketentuan hakim," katanya.

Baca Juga: Polda Jawa Timur Resmi Menahan Putra Kiai Jombang Tersangka pencabulan Santriwati, Pagi Ini Kasusnya Dirilis

Dalam sidang perdana tersebut dilakukan secara tertutup di Ruang Cakra Pengadilan Negeri Surabaya. Untuk JPU ada 11 orang, termasuk Kajati Jatim yang turun langsung di sidang tersebut.
 
Dari pantauan di PN Surabaya, ruang sidang dijaga ketat anggota Kejati Jatim, Kejari Surabaya, dan Kejari Tanjung Perak. Sementara persidangan saat ini sedang berlangsung dan dilakukan secara tertutup.

Terdakwa yang sempat menjadi DPO kasus pencabulan santri di Pondok Pesantren Shiddiqiyah disidangkan oleh mejelis hakim yang diketuai Sutrisno, Hakim Anggota Titik Budi Winarti, dan Khadwanto, sedangkan Panitera Pengganti Achmad Fajarisman.

Baca Juga: Tersangka Pencabulan Santriwati di Jombang Jawa Timur Akhirnya Menyerahkan Diri ke Polisi

Ratusan petugas Polrestabes Surabaya disiagakan untuk menjaga jalannya persidangan tersebut agar keamanan tetap kondusif.

MSAT diduga melakukan pencabulan terhadap santriwati yang ada di Pondok Pesantren Shidiqiyah, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
 
Setelah ditetapkan sebagai tersangka, kepolisian Polda Jatim sempat kesulitan menangkap tersangka MSAT karena mendapat penolakan dari santri di pondok pesantren setempat.

Baca Juga: Pemerintah Batalkan Pencabutan Izin Pesantren Shiddiqiyyah di Jombang Jawa Timur

Beberapa kali petugas kepolisian ingin menangkap tersangka tetapi selalu lolos karena perlawanan dari santri setempat.
 
Kasus ini semakin mendapatkan sorotan publik setelah petugas Polda Jatim menerjunkan seribuan personel untuk menyisir bagian dalam pondok pesantren guna menangkap tersangka.
 
Hingga akhirnya, tersangka menyerahkan diri dan dilakukan penahanan di Rutan Kelas I Surabaya di Medaeng, Sidoarjo, Jawa Timur.
 
Sidang ditunda dan dilanjutkan pekan Senin 25 Juli 2022 pekan depan dengan agenda mendengarkan eksepsi dari terdakwa MSAT.***

Editor: Norman Meoko

Sumber: Antara

Tags

Terkini

Komnas HAM Turunkan Tim Pemantauan Tragedi Kanjuruhan

Minggu, 2 Oktober 2022 | 11:38 WIB

IPW Minta Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan Mundur

Minggu, 2 Oktober 2022 | 10:19 WIB
X