• Minggu, 2 Oktober 2022

Polisi Periksa Tujuh Saksi Kasus Pencabulan Mantan Pejabat PDAM Solo, Jumlahnya Bisa Bertambah

- Jumat, 15 Juli 2022 | 13:57 WIB
Kapolresta Surakarta Kombes Ade Safri Simanjutak (dua dari kanan) didampingi Waka Polresta Surakarta AKBP Gatot Yulianto (kanan), dan Kasat Rekrim Komisaris Djohan Andika (kiri) saat memeriksa tersangka kasus pencabulan di Mapolresta Surakarta, Selasa (12/7/2022).(Antara/Bambang Dwi Marwoto)
Kapolresta Surakarta Kombes Ade Safri Simanjutak (dua dari kanan) didampingi Waka Polresta Surakarta AKBP Gatot Yulianto (kanan), dan Kasat Rekrim Komisaris Djohan Andika (kiri) saat memeriksa tersangka kasus pencabulan di Mapolresta Surakarta, Selasa (12/7/2022).(Antara/Bambang Dwi Marwoto)


SINAR HARAPAN - Penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Kota Surakarta telah memeriksa tujuh saksi terkait kasus tindak pidana pencabulan anak di bawah umur dengan tersangka mantan pejabat PDAM Solo, Jawa Tengah,

"Ada tujuh saksi yang sudah diperiksa, kemungkinan bertambah lagi untuk memperkuat berkas perkara dengan tersangka mantan pejabat PDAM Solo berinisial TAS (53), warga Purwosari Solo," kata Kasat Reskrim Polresta Surakarta Komisaris Djohan Andika di Solo, Jumat 15 Juli 2022.

Yang jelas, katanya, pihaknya sudah memenuhi minimal dua alat bukti sebelum menetapkan seseorang menjadi tersangka.

Baca Juga: Wali Kota Gibran Meminta Polisi Usut Tuntas Dugaan Pencabulan oleh Pejabat PDAM Solo

Menurut Andika, berkas perkara secepat mungkin disusun dan segera dilimpahkan tahap pertama untuk diteliti oleh jaksa penuntut umum Kejari Surakarta.

Sementara itu, Kepala Polresta Surakarta Kombes Ade Safri Simanjutak sebelumnya mengatakan Polresta Surakarta berhasil mengungkap kasus pencabulan dengan menahan pelaku berinisial TAS (53), salah satu direktur PDAM Surakarta.

Korban anak di bawah umur masih berstatus pelajar SMA yang merupakan anak dari seorang ibu yang masih teman kecil tersangka. Polisi berhasil mengungkap kasus pencabulan anak di bawah umur tersebut berawal dari laporan dari bapak korban pada tanggal 21 Juni 2022.

Baca Juga: Tersangka Pencabulan MSAT Dijebloskan ke Ruangan Isolasi Rutan Medaeng Sidoarjo, Belum Boleh Dijenguk

Polisi kemudian melakukan penyelidikan dilanjutkan penyidikan setelah menetapkan TAS sebagai tersangka. TAS ditangkap di kantornya pada tanggal 4 Juli 2022

Kapolres menjelaskan modus yang dilakukan tersangka melakukan tipu muslihat dan bujuk rayu terhadap korban, antara lain, memperlihatkan video porno kepada korban. Selanjutnya, tersangka mencabuli korban.

"Tersangka melakukan pemaksaan dan tipu muslihat serta membujuk korban berbuat cabul di sejumlah tempat kejadian perkara, antara lain, di dalam mobil milik pelaku, mobil ibu korban, dan di kolam renang di beberapa hotel di Solo dalam kurun waktu tanggal 3 Desember 2021 hingga 1 April 2022," kata Kapolres.

Baca Juga: MKD Janji Tindak Lanjuti Pengaduan Anggota DPR Berinisial DK Diduga Melakukan Pencabulan

Tersangka juga menunjukkan video asusila kepada korban dan tipu muslihat bahwa TAS mengaku juga bisa membantu kendala pembelajaran di sekolah. Polisi langsung menangkap pada tanggal 4 Juli dan menahan pelaku pada tanggal 5 Juli 2022.

Selain itu, polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti, antara lain, tiga pot tanaman bidara yang digunakan untuk tipu muslihat bisa mengusir roh halus, sejumlah handphone, pakaian korban dan tersangka baik baju maupun celana renang, serta dokumen elektronik video porno.

Atas perbuatan tersangka dijerat dengan Pasal 82 ayat (1) Undang Undang RI No.17/2016, tentang Penetapan Peraturan Pemerintah pengganti UU RI No.1/2016, tentang Perubahan kedua atas UU RI No.23/2002 tentang Perlindungan Anak menjadi UU. Ancaman hukum minimal lima tahun dan maksimal 15 tahun.***

 

Editor: Norman Meoko

Sumber: Antara

Tags

Terkini

Kadivhumas Polri: Tim Bekerja Usut Tragedi Kanjuruhan

Minggu, 2 Oktober 2022 | 08:14 WIB

Presiden Jokowi Tandatangani Surat Pemecatan Ferdy Sambo

Jumat, 30 September 2022 | 14:20 WIB
X