• Jumat, 12 Agustus 2022

Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Siapkan 17 Jaksa Penuntut Umum untuk Sidang Doni Salmanan

- Selasa, 5 Juli 2022 | 11:25 WIB
Wakil Kepala Kejati Jawa Barat Didi Suhardi membacakan konstruksi kasus tersangka penipuan investasi opsi biner Doni Salmanan di Kantor Kejati Jawa Barat, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (5/7/2022).(Antara/Bagus Ahmad Rizaldi)
Wakil Kepala Kejati Jawa Barat Didi Suhardi membacakan konstruksi kasus tersangka penipuan investasi opsi biner Doni Salmanan di Kantor Kejati Jawa Barat, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (5/7/2022).(Antara/Bagus Ahmad Rizaldi)


SINAR HARAPAN - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat menyiapkan 17 jaksa penuntut umum (JPU) untuk sidang kasus penipuan investasi opsi biner dengan tersangka "Crazy Rich Soreang" alias Doni Salmanan.

Wakil Kepala Kejati Jawa Barat Didi Suhardi mengatakan sebanyak 17 JPU itu merupakan gabungan jaksa dari Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bandung.

"Perkaranya diteruskan ke Kejari Kabupaten Bandung, untuk selanjutnya akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Bale Bandung," kata Didi di Kantor Kejati Jawa Barat, Selasa 5 Juli 2022.

Baca Juga: Doni Salmanan Dititipkan di Rutan Kebonwaru Bandung Menjelang Proses Persidangan

Menurutnya, Doni Salmanan diadili di wilayah hukum Kabupaten Bandung karena diduga melakukan penipuan saat berada di wilayah tersebut.

Doni merupakan warga yang berdomisili di Soreng, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Rumahnya yang berada di Soreng  turut disita untuk dijadikan barang bukti.

Ia menjelaskan konstruksi perkaranya, Doni diduga melakukan penipuan dengan mengajak sejumlah orang untuk berinvestasi di platform Quotex. Menurutnya, aplikasi itu tidak memiliki izin dan tidak terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

Baca Juga: Tersangka Penipuan Investasi Opsi Biner Doni Salmanan Hadir di Kejati Jabar untuk Pelimpahan Perkara

Dari aktivitas penipuan itu, menurutnya, Doni mendapatkan keuntungan sebesar Rp3 miliar per bulan, termasuk memperoleh Rp40 miliar karena menjadi affiliator.

"Barang buktinya sangat banyak, berdasarkan daftar barang bukti ada 126 item," dia menambahkan.***

Editor: Norman Meoko

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polri Selidik Tersangka Lain Terkait Kasus Brigadir J

Kamis, 11 Agustus 2022 | 15:07 WIB

Komnas HAM Hari Ini Dijadwalkan Periksa Ferdy Sambo

Kamis, 11 Agustus 2022 | 10:28 WIB
X