• Jumat, 12 Agustus 2022

Doni Salmanan Dititipkan di Rutan Kebonwaru Bandung Menjelang Proses Persidangan

- Selasa, 5 Juli 2022 | 11:14 WIB
Tersangka kasus penipuan investasi opsi biner Doni Salmanan digiring oleh jaksa di Kantor Kejati Jawa Barat, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (5/7/2022).(Antara/Bagus Ahmad Rizaldi)
Tersangka kasus penipuan investasi opsi biner Doni Salmanan digiring oleh jaksa di Kantor Kejati Jawa Barat, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (5/7/2022).(Antara/Bagus Ahmad Rizaldi)


SINAR HARAPAN - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat menyatakan tersangka kasus penipuan investasi opsi biner Doni Salmanan dititipkan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 1 Kebon Waru Bandung untuk ditahan menjelang proses persidangan.

Wakil Kepala Kejati Jawa Barat Didi Suhardi mengatakan penitipan Doni di Rutan Kebonwaru itu sesuai dengan kewenangan jaksa penuntut umum. Adapun kasus Doni itu kini ditangani oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Bandung.

"Yaitu terdakwa ditahan di Rutan Kelas 1 Kebonwaru Kota Bandung, demikian nanti akan secepatnya dilimpahkan ke pengadilan," kata Didi, di Kantor Kejati Jawa Barat, Kota Bandung, Selasa 5 Juli 2022.

Baca Juga: Tersangka Penipuan Investasi Opsi Biner Doni Salmanan Hadir di Kejati Jabar untuk Pelimpahan Perkara

Adapun perkara Doni Salmanan itu kini telah dilimpahkan dari penyidik Bareskrim Polri ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Bandung. Pada saat pelimpahan, Doni pun digiring oleh penyidik.

Menurutnya, Doni bakal ditahan sesuai masa penahanan yakni selama 20 hari. Selama proses penahanan itu, menurutnya, tim jaksa penuntut umum bakal melimpahkan berkas perkara Doni ke Pengadilan Negeri (PN) Bale Bandung (Kabupaten Bandung).

"Karena locus delicti-nya ranah dari PN Bale Bandung, maka perkaranya diteruskan ke Kejari Kabupaten Bandung, untuk selanjutnya akan dilimpahkan ke Bale Bandung," katanya.

Baca Juga: Kasusnya Bakal Dilimpahkan, Bareskrim Polri: Total Nilai Aset Disita Perkara Doni Salmanan Capai Rp64 Miliar

Dari pelimpahan perkara tersebut, menurutnya, ada sebanyak 126 barang bukti yang juga turut dilimpahkan. Seratusan barang bukti itu terdiri dari sejumlah mobil mewah, motor mewah, rumah mewah, uang miliaran, dan berkas barang bukti lainnya.

Didi mengatakan, Doni disangkakan dengan Pasal 45a ayat (1) jo Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia (UURI) Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE, dan Pasal 3 atau Pasal 4 UURI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang dengan ancaman pidana penjara selama 20 tahun.***

Editor: Norman Meoko

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KPK Benarkan Tangkap Bupati Pemalang

Jumat, 12 Agustus 2022 | 06:53 WIB

Polri Selidik Tersangka Lain Terkait Kasus Brigadir J

Kamis, 11 Agustus 2022 | 15:07 WIB

Komnas HAM Hari Ini Dijadwalkan Periksa Ferdy Sambo

Kamis, 11 Agustus 2022 | 10:28 WIB
X