• Senin, 8 Agustus 2022

Bareskrim Polri Tengah Mendalami Laporan Politikus Ahmad Sahroni Terhadap Adam Deni

- Jumat, 1 Juli 2022 | 16:00 WIB
Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni dalam acara Hoegeng Award di Jakarta Selatan, Jumat (1/7/2022).(Antara/Laily Rahmawaty)
Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni dalam acara Hoegeng Award di Jakarta Selatan, Jumat (1/7/2022).(Antara/Laily Rahmawaty)


SINAR HARAPAN - Bareskrim Polri tengah mendalami laporan dugaan pencemaran nama baik yang dilaporkan oleh Wakil Ketua Komisi III Ahmad Sahroni terhadap penggiat media sosial Adam Deni.
 
Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri Kombes Nurul Azizah, di Jakarta, Jumat 1 Juli 2022 mengatakan, laporan tersebut telah diterima oleh penyidik pada tanggal 30 Juni.
 
"Iya laporan sudah diterima. Untuk kasus ini masih didalami," kata Nurul.

Baca Juga: Polri Terima Penangguhan Penahanan Adam Deni

Laporan Sahroni tercatat dengan nomor LP/B/0336/VI/2022/SPKT/BARESKRIM POLRI tertanggal 30 Juni 2022.
 
Sahroni melaporkan Adam dengan dugaan tindak pidana pencemaran nama baik dan/atau fitnah serta sejumlah pasal lain berkaitan dengan ujaran kebohongan.
 
Sahroni saat ditemui di acara Hoegeng Award di Jakarta Selatan mengatakan ada beberapa hal yang membuat dirinya melaporkan kembali Adam Deni ke polisi.

Baca Juga: Polisi Belum Terima Surat Penangguhan Penahanan Adam Deni

Yang pertama terkait teror terhadap istrinya dan keluarganya lewat bahasa-bahasa kotor. Kemudian terkait pernyataan Adam Deni tentang Ahmad Sahroni membungkam pihak-pihak dalam perkara pelanggaran Undang-Undang ITE.
 
Diketahui Adam Deni divonis oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara empat tahun pidana penjara karena melanggar UU ITE, terkait ilegal akses.
 
"Jadi gue ambil sikap ini bukan karena gue sebagai pejabat tapi karena gue sebagai warga biasa yang meminta keadilan kepada kepolisian, kemarin sudah gue laporin, kita menunggu hasil analisa dari kepolisian," kata Sahroni.

Baca Juga: Bareskrim Polri Tangkap Adam Deni

Terpisah pengacara Adam Deni, Herwanto menanggapi laporan Ahmad Sahroni sebagai hal yang wajar bagi orang yang terbawa perasaan.
 
Menurut dia, kliennya mengeluarkan pernyataan terkait Sahroni didukung oleh data yang diterima olehnya tentang percakapan di pesan grup WhatsApp Kejaksaan Negeri Jakarta Utara dan cepatnya proses pidana terhadap kliennya.
 
"Tapi di lain sisi ya saya juga sayangkan kalau AS begitu mudah mengambil tindakan dengan membuat laporan polisi karena dia kan pejabat publik 'tidak tepat sedikit-sedikit laporan sedikit-sedikit laporan' harusnya dia lebih bijak dalam memandang suatu persoalan," kata Herwanto.***

Editor: Norman Meoko

Sumber: Antara

Tags

Terkini

X