• Jumat, 19 Agustus 2022

Kejagung Tetapkan Emirsyah Satar Tersangka Korupsi Garuda

- Senin, 27 Juni 2022 | 13:26 WIB
Emirsyah Satar dalam persidangan.(dok/Antara)
Emirsyah Satar dalam persidangan.(dok/Antara)


SINAR HARAPAN - Kejaksaan Agung (Kejagung) siang ini menetapkan menetapkan mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Emirsyah Satar sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan pesawat CRJ 1000 dan ATR 72-600.

Jaksa Agung ST Burhanuddin menyampaikan hal itu dalam jumpa pers di Kompleks Kejagung, Jakarta, Senin 27 Juni 2022.

Ia mengatakan, kasus korupsi ini diduga telah merugikan keuangan negara hingga mencapai Rp8,8 triliun. Pengadaan pesawat Garuda diduga melawan hukum dan menguntungkan pihak Lessor.

Baca Juga: Jaksa Agung Siang Ini Umumkan Tersangka Baru Kasus Korupsi Pesawat Garuda

"Kami menetapkan dua tersangka baru yaitu ES selaku Direktur Utama PT Garuda yang kedua adalah SS selaku Direktur PT Mugi Rekso Abadi," kata Jaksa Agung.

Ia menyebutkan, Emirsyah diduga bersama tim dibawahnya tidak melakukan evaluasi dan menetapkan pemenang pengadaan pesawat dengan tidak transparan, tidak konsisten dan tidak sesuai kriteria.

Perusahaan diduga mengabaikan prinsip-prinsip pengadaan yang harus dilalui sebagai pelat merah. Hal tersebut hingga mengakibatkan kerugian keuangan negara triliunan rupiah.

Kejagung tidak melakukan upaya penahanan terhadap ES. Pasalnya, yang bersangkutan saat ini juga tengah menjalani masa penahanan terkait kasus korupsi yang ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam kasus ini, dana untuk proyek tersebut semula disediakan oleh pihak ketiga. Kemudian PT Garuda Indonesia akan membayar kepada pihak lessor.

Terdapat tiga tersangka yang telah dijerat sebelumnya, yakni Vice President Strategic Management PT Garuda Indonesia peridoe 2011-2012 Setijo Awibowo. Executive Project Manager Aircraft Delivery PT Garuda Indonesia periode 2009-2014 Agus Wahjudo dan Vice President Treasury Management PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Albert Burhan yang telah dijerat.***

Editor: Norman Meoko

Tags

Terkini

X