• Senin, 4 Juli 2022

KPK Selidiki Kemungkinan Pidana Korporasi Pada Penerbitan IMB Summarecon di Yogyakarta

Banjar Chaeruddin
- Jumat, 24 Juni 2022 | 14:27 WIB

Lahan yang akan dibangun apartemen Royal Kedhaton di Yogyakarta (Foto: radarjogja.jawapos.com)

SINARHARAPAN--Buntut penangkapan mantan Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti, Komisi Pemberantasan Koprupsi menyelidiki kemungkinan keterlibatan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) secara korporasi dalam kasus suap menyuap tersebut.

Plt Jubir KPK Ali Fikri mengatakan penyidik berusaha mencari bukti-bukti keterlibatan perusahaan tersebut dalam penyuapan pejabat untuk mendapatkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Apartemen Royal Kedhaton, Jln Malioboro, Yogyakarta.

KPK telah menjadikan mantan Walkot Yogyakarta sebagai tersangka, juga Vice President Real Estate PT Summarecon Agung Tbk (SA), Oon Nusihono (ON).

"KPK tidak berhenti dalam satu titik. Kalau kemudian bukti permulaan itu cukup menetapkan orang atau pun bahkan koorporasi itu tersangka pasti kami akan naikan proses selanjutnya," ujar Plt Jurubicara KPK Ali Fikri, Jumat (24/6)

Menurut Ali, KPK berpatokan pada Peraturan Mahkamah Agung (PERMA) Nomor 13 Tahun 2016 tentang tata cara penanganan perkara tindak pidana oleh korporasi

KPK sedang mendalami aktivitas keuangan PT Summarecon Agung. Sebagian hasil keuntungan PT Summarecon Agung diduga digunakan untuk menyuap mantan Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti. Dugaan itu didalami penyidik KPK saat memeriksa Direktur Utama PT Summarecon Agung Adrianto Pitojo Adhi pada Selasa, 21 Juni 2022.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan empat tersangka. Yakni, mantan Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti (HS); Vice Presiden Real Estate PT Summarecon Agung (SMRA), Oon Nusihono (ON); Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Pemkot Yogyakarta, Nurwidhihartana (NWH); dan Sekretaris Pribadi merangkap Ajudan Haryadi Suyuti, Triyanto Budi Yuwono (TBY).

Haryadi, Nurwidhihartana dan Triyanto Budi Yuwono ditetapkan sebagai tersangka penerima suap. Sementara Oon Nusihono ditetapkan sebagai pihak pemberi suap. Mereka ditetapkan sebagai tersangka setelah ditemukan bukti permulaan yang cukup.

Halaman:

Editor: Banjar Chaeruddin

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Terkini

X