• Minggu, 26 Juni 2022

Densus 88 Ingatkan Masyarakat Waspada Penggalangan Dana Teroris

- Rabu, 25 Mei 2022 | 13:21 WIB
Kabag Bantuan Operasi Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar. ( dok/Medcom/Yona)
Kabag Bantuan Operasi Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar. ( dok/Medcom/Yona)


SINAR HARAPAN - Kepala Bagian Bantuan Operasi Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada dalam menyalurkan uang sumbangannya supaya tidak tersalurkan ke kelompok teroris.

"Kami mengharapkan masyarakat dapat lebih waspada dalam menyalurkan sumbangan-sumbangan ke organisasi atau kelompok yang tidak dikenal," kata Aswin saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu 25 Mei 2022.

Dia mengatakan ada kemungkinan kelompok teroris lain, seperti Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dan Jamaah Ansharud Daulah (JAD), meniru skema penggalangan dana seperti yang dilakukan Jamaah Islamiyah (JI).

Baca Juga: Densus 88 Tangkap Mahasiswa Terduga Teroris di Malang

Tahun 2021, lanjutnya, Densus 88 Antiteror Polri bersama Kementerian Agama (Kemenag) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengungkap adanya pendanaan yang dilakukan kelompok teroris JI. Sejumlah pengurus serta pimpinan yayasan amal milik organisasi terlarang tersebut telah ditangkap.

Hari Senin 23 Mei 2022, Densus 88 Antiteror Polri menangkap seorang mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Kota Malang, Jawa Timur, berinisial IA (22), karena diduga terlibat dalam melakukan penggalangan dana untuk kelompok ISIS di Indonesia.

Aswin mengatakan pihaknya masih mendalami cara IA melakukan penggalangan dana, yang diduga meniru cara penggalangan dana seperti JI."Ini sedang dalam penyelidikan Densus. Tidak menutup kemungkinan cara pengumpulan dana yang dilakukan kelompok JI dapat ditiru oleh kelompok lain," ia menambahkan.

Baca Juga: Densus 88 Tangkap 24 Orang Pendukung MIT Poso dan ISIS

Penyidik masih mendalami keterlibatan tersangka IA dalam kelompok teroris tertentu. Tersangka IA diketahui terhubung dengan salah satu anggota JAD berinisial MR yang telah ditangkap beberapa waktu lalu.

"IA terhubung dengan salah satu anggota JAD yang saat ini sudah ditangkap," katanya.

Selain melakukan penggalangan dana, tersangka IA juga terlibat dalam penyebaran konten propaganda ISIS melalui media sosial.

Tidak hanya itu, dari barang bukti yang ditemukan, IA terlibat komunikasi intens dengan tersangka MR. Dalam komunikasi tersebut, IA dan MR membahas soal rencana amaliyah (penyerangan) di fasilitas umum dan kantor-kantor polisi.

"Penyerangan fasilitas milik thoqut, yaitu polisi. Caranya dengan fisik dan senjata," Aswin menambahkan.***

Editor: Norman Meoko

Sumber: Antara

Tags

Terkini

KPK Mulai Penyidikan Terhadap Mardani H Maming

Sabtu, 25 Juni 2022 | 10:35 WIB
X