• Rabu, 29 Juni 2022

Kolonel Priyanto Sebut Tidak Berniat Bunuh Korban

- Selasa, 24 Mei 2022 | 16:08 WIB
Kolonel Infantri Priyanto saat memberikan keterangan sebagai terdakwa kasus pembunuhan dua remaja sipil di Nagreg, Jawa Barat, di Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta, Jakarta Timur, Kamis (7/4/2022).(Antara/Tri Meilani Ameliya)
Kolonel Infantri Priyanto saat memberikan keterangan sebagai terdakwa kasus pembunuhan dua remaja sipil di Nagreg, Jawa Barat, di Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta, Jakarta Timur, Kamis (7/4/2022).(Antara/Tri Meilani Ameliya)


SINAR HARAPAN - Kolonel Infantri Priyanto, terdakwa pembunuhan dua remaja bernama Handi Saputra dan Salsabila, melalui tim kuasa hukumnya, mengatakan, dia tidak berniat ataupun berencana membunuh kedua korban tersebut.

Menurut anggota tim kuasa hukum Priyanto, Letnan Satu CHK Feri Arsandi, sebagaimana keterangan yang telah diberikan dalam persidangan, Priyanto mengklaim kedua korban meninggal bukan karena dibunuh, melainkan karena kecelakaan lalu-lintas dan tubuh mereka dia buang ke Sungai Serayu, Jawa Tengah.

"Sebagaimana telah kami uraikan dalam pledoi semula, terdakwa dan korban tidak memiliki hubungan apa-apa dan tidak pernah dibuktikan di dalam persidangan adanya niat maupun perencanaan terdakwa untuk membunuh para korban karena meninggalnya para korban akibat kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Nagreg, Jawa Barat," kata Arsandi, saat membacakan duplik dalam persidangan di Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta, Jakarta Timur, Selasa 24 Mei 2022.

Baca Juga: Kolonel Priyanto Tolak Dakwaan Pembunuhan Berencana Handi-Salsabila

Dengan demikian, menurut dia, tidak ada bukti terkait dengan dalil Oditur Militer Tinggi Sus Wirdel Boy yang mengatakan ada unsur pembunuhan berencana dalam kematian Handi dan Salsabila sehingga mendakwa Priyanto dengan dakwaan kesatu primer pasal 340 juncto pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP.

Sebaliknya, ujar dia, dalil-dalil yang digunakan oditur militer hanya menunjukkan adanya perencanaan dari Priyanto untuk membuang jenazah Saputra dan Salsabila.

Sebelumnya pada Selasa 10 Mei 2022, Priyanto melalui kuasa hukumnya pun telah menolak dakwaan dan tuntutan oditur militer yang menyebut dia melakukan pembunuhan berencana dan penculikan terhadap Saputra dan Salsabila.

Baca Juga: Kolonel Priyanto Dituntut Penjara Seumur Hidup

Dalam persidangan di Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta itu, anggota tim kuasa hukum, yakni Letnan Dua CHK Aleksander Sitepu menyampaikan Priyanto saat kejadian beranggapan Saputra dan Salsabila telah meninggal dunia sehingga dia pun membawa kabur keduanya dan membuang mereka ke Sungai Serayu.

“Kolonel Infantri Priyanto tidak terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana yang didakwakan oleh Oditur Militer Tinggi pada dakwaan kesatu primer pasal 340 juncto pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP dan dakwaan kedua alternatif pertama pasal 328 KUHP juncto pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP,” kata Sitepu saat membacakan nota pembelaan (pledoi) untuk Priyanto.

Meskipun begitu, di persidangan bulan lalu, beberapa saksi lain yang membantu mengangkat tubuh Saputra dan Salsabila ke mobil Priyanto mengatakan mereka masih melihat tubuh Saputra bergerak.

Baca Juga: Ahli: Kolonel Priyanto Buang Handi ke Serayu Dalam Keadaan Hidup

Bahkan, saksi ahli yakni dokter forensik, dr Muhammad Zaenuri S Hidayat, memastikan penyebab kematian Saputra adalah karena tenggelam. Berdasarkan keterangan beberapa saksi itu, Boy pun mendakwa Priyanto melakukan pembunuhan berencana.

Menurut dia, unsur pembunuhan berencana muncul karena ada rentang waktu saat kecelakaan terjadi dan pembuangan tubuh korban. Bahkan, Priyanto sempat mencari lokasi pembuangan tubuh korban menggunakan aplikasi Google Maps.

"Kalau ada jeda waktu, mencari tempat, mencari cara, mencari alat, dan itu namanya berencana," ia menambahkan.***

Editor: Norman Meoko

Sumber: Antara

Tags

Terkini

Polda Jabar Bekuk Lima Pengoplos Elpiji Subsidi

Selasa, 28 Juni 2022 | 18:05 WIB

12 Outlet Holywings di Jakarta Dicabut Ijinnya

Senin, 27 Juni 2022 | 18:53 WIB

KPK Periksa Adik Bupati Muna Sebagai Tersangka

Senin, 27 Juni 2022 | 13:40 WIB

LPSK Dorong Norma Penyiksaan Masuk ke RKUHP

Senin, 27 Juni 2022 | 13:15 WIB

KPK Mulai Penyidikan Terhadap Mardani H Maming

Sabtu, 25 Juni 2022 | 10:35 WIB
X