• Minggu, 2 Oktober 2022

BNPT Imbau Masyarakat Hindari Narasi Agama yang Mengandung Kebencian

- Sabtu, 30 April 2022 | 14:51 WIB
Tangkapan layar - Kepala BNPT Boy Rafli Amar menjadi narasumber dalam Podcast Kafe Toleransi Spesial Ramadhan bertajuk “Bahaya Politisasi Agama untuk Kekuasaan” yang dipantau dari kanal YouTube Humas BNPT, di Jakarta, Sabtu (30/4/2022).(Antara/Tri Meilani Ameliya)
Tangkapan layar - Kepala BNPT Boy Rafli Amar menjadi narasumber dalam Podcast Kafe Toleransi Spesial Ramadhan bertajuk “Bahaya Politisasi Agama untuk Kekuasaan” yang dipantau dari kanal YouTube Humas BNPT, di Jakarta, Sabtu (30/4/2022).(Antara/Tri Meilani Ameliya)


SINAR HARAPAN - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Boy Rafli Amar mengimbau seluruh masyarakat Indonesia untuk menghindari narasi-narasi agama yang mengandung kebencian kepada negara serta kelompok, golongan, dan ras tertentu, guna menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

“Perbedaan yang ada di Indonesia merupakan realita dan kemajemukan bangsa ini telah diketahui bersama. Oleh karena itu, untuk menjaga kohesivitas (rasa keterikatan) sosial dalam masyarakat, kita harus menghindari narasi-narasi agama yang mengandung kebencian dan bisa menimbulkan disintegrasi sosial,” kata Boy saat menjadi narasumber dalam Podcast Kafe Toleransi Spesial Ramadhan bertajuk “Bahaya Politisasi Agama untuk Kekuasaan”, sebagaimana dipantau dari kanal YouTube Humas BNPT, di Jakarta, Sabtu 30 April 2022.

Sebaliknya, lanjut dia, masyarakat bisa mendengarkan narasi-narasi agama yang mampu mendorong kemunculan perasaan cinta dan kasih antar sesama anak bangsa, keinginan untuk saling menolong, serta semangat bergotong royong, baik yang disampaikan oleh pemuka agama secara langsung maupun di media sosial.

Baca Juga: Kepala BNPT: Fanatisme Agama Jangan Sampai Memonopoli Kebenaran

Menurut Boy, narasi-narasi tersebut akan membawa dampak positif bagi bangsa Indonesia, terutama dalam menggalang kekuatan untuk membantu masyarakat yang memang memerlukan bantuan, seperti kaum dhuafa.

“Melalui narasi agama yang seperti itu, masyarakat akan terdorong untuk saling menolong. Contohnya, bagaimana kita membantu kaum dhuafa. Tentunya, mereka yang merasa kuat dan mempunyai kelebihan akan menggalang kekuatan untuk membantu saudara-saudara yang memerlukan bantuan. Itulah solidaritas sosial, terutama di bulan suci Ramadhan,” ujarnya.

Dengan demikian, Boy pun berharap narasi-narasi agama yang mampu menimbulkan perasaan cinta dan kasih antarsesama anak bangsa, keinginan untuk saling menolong, serta semangat bergotong royong, senantiasa mewarnai dunia dakwah di Tanah Air, terutama di bulan suci Ramadhan.

Selanjutnya, hal senada disampaikan pula oleh narasumber lainnya, yakni pendakwah KH Agus Dermawan.

Ia mengatakan, sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat An-Nahl ayat 125, dakwah yang benar adalah dakwah yang mendorong kemunculan berbagai hal baik dan dilakukan secara bijaksana sehingga tidak menyakiti hati sesama manusia.

“Allah mengatakan, ajaklah ke jalan Tuhanmu dengan jalan hikmah dan bijaksana, serta berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Jadi kalau, hikmah dan bijaksana itu, saling bertoleransi. Lalu apabila ada perdebatan, diselesaikan dengan cara yang baik,” kata KH Agus.***

Editor: Norman Meoko

Sumber: Antara

Tags

Terkini

Kadivhumas Polri: Tim Bekerja Usut Tragedi Kanjuruhan

Minggu, 2 Oktober 2022 | 08:14 WIB

Presiden Jokowi Tandatangani Surat Pemecatan Ferdy Sambo

Jumat, 30 September 2022 | 14:20 WIB
X