• Jumat, 1 Juli 2022

Lagi, Polisi Gerebek Kantor Pinjol Ilegal di Pantai Indak Kapuk

- Jumat, 28 Januari 2022 | 02:43 WIB
Polisi menyegel kantor pinjol ilegal di PIK
Polisi menyegel kantor pinjol ilegal di PIK

JAKARTRA--Aparat kepolisian kembali melakukan penggerebekan kantor pinjaman online (Pinjol) ilegal di kawasan Pantai Indak Kapuk (PIK), Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (27/1) malam. 

Salah satu Ruko bernomor 15 H di kawasan Jalan Pulau Maju Bersama, Pantai Indah Kapuk di jadikan tempat untuk praktik pinjaman online yang tidak terdaftar otoritas jasa keuangan (OJK). 

Dikutip dari rri.co.id, penggeledahan yang dilakukan aparat Kepolisian Polres Metro Jakarta Utara di ruko tiga lantai ini karena adanya informasi dari masyarakat. 

"Penggeledahan ini didasari sebelumnya kita mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di sini ada kegiatan online secara ilegal. Kemudian kita dalami kita lakukan penyelidikan dan setelah itu lakukan penggeledahan," ujar Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Wibowo kepada wartawan dan RRI.co.id di lokasi, Kamis (27/1/2022). 

"Kita temukan sarana yang diduga memang digunakan untuk mendukung kegiatan pinjaman online secara ilegal," lanjut Wibowo. 

Dari penggeledahannya kali ini, pihaknya telah mengamankan 27 orang karyawan, yang ternyata memiliki tugas berbeda-beda.

WNA China

Mereka diduga memiliki peran sebagai pengingat debitur yang menunggak (reminder), bagian penagihan, dan bagian penagih utang yang kerap melakukan pengancaman (desk collection).

"Dari 27 yang diamankan (ditangkap), ada satu WNA dari China yang diamankan ini berperan sebagai Manajer, sisanya adalah karyawan. Dan ini masih kita dalami, masih kita periksa," kata Wibowo, seperti dikutip Antara.

Wibowo menjelaskan cara kerja perusahaan ini dimulai dengan meminjamkan dana sebesar Rp1,2 juta sampai dengan pinjaman maksimal Rp2,5 juta kepada debitur.

"Limit pinjaman terus kelipatan Rp200 ribu dari Rp1,2 juta sampai Rp2,5 juta. Kemudian dari total pinjaman yang diajukan oleh nasabah ini tidak seluruhnya diberikan, tapi sudah dipotong lagi sebanyak 32 sampai 35 persen," kata Wibowo.

Ia menambahkan, setelah nanti pinjaman jatuh tempo, debitur yang menunggak nanti dikenakan bunga lagi sebesar 6 persen dari total pinjaman nasabah.

Adapun jika aturan bunga pinjaman tidak disetujui oleh nasabah, bagian penagih akan mengancam dengan cara-cara ilegal seperti memaksa dan menyebar data pribadi agar debitur mau membayar.

Wibowo mengatakan perusaan tekfin pinjol di Ruko Palladium Blok H Nomor 15 ini baru mulai beroperasi pada Januari 2022 dan mengelola empat aplikasi pinjaman online di ponsel pintar.

"Mereka gunakan empat aplikasi, doku, kemudian kotak online, dana kilat dan kredito, jadi ada empat. Ini satu langkah yang baik. baru beroperasi Januari, baru bergerak tapi sudah bisa kami antisipasi. Sehingga harapan kita tidak ada lagi korban-korban dari pinjaman online ilegal ini," kata Wibowo.

Wibowo mengatakan lokasi perusahaan masih berdekatan dengan perusahaan pinjol yang digerebek Polda Metro Jaya pada Rabu (26/1). Untuk itu, pihaknya akan mendalami dulu keterkaitan keduanya melalui serangkaian pemeriksaan lebih lanjut.

Sebelumnya, Aparat Kepolisian Polda Metro Jaya mengamankan satu orang manajer dan 98 karyawan pinjaman online atau pinjol ilegal di Ruko Palladium Blok G7, Pantai Indah Kapuk (PIK), Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (26/1) kemarin.

Halaman:

Editor: editor1

Tags

Terkini

X