• Selasa, 24 Mei 2022

Bentrokan Antar Desa di Maluku Tengah, 3 Warga Tewas

- Rabu, 26 Januari 2022 | 17:04 WIB
Ilustrasi bentrokan
Ilustrasi bentrokan

JAKARTA--Polisi menyebut total korban meninggal dunia akibat bentrok antar dua desa di Maluku Tengah, Maluku mencapai tiga orang. Bentrok terjadi di desa Kariuw dan Ori, Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah pada Selasa (25/1) dan Rabu (26/1) pagi.

"Karena terjadi tiga orang meninggal dunia, Polda Maluku mengucapkan turut berduka cita," kata Kabid Humas Polda Maluku M Roem Ohoirat, seperti dikutip Bisnis.com, Rabu (26/1).

Roem mengatakan selain tiga orang meninggal dunia, terdapat juga dua korban luka-luka. Salah satu korban luka adalah anggota polisi. Saat ini personel Polisi itu telah dibawa ke Pulau Ambon untuk dilakukan perawatan atas luka yang dialaminya.

"Yang mengalami luka di bagian rahang, saat ini dievakuasi di Pulau Ambon untuk diobati," kata Roem.

Meski demikian, Roem memastikan saat ini situasi di lokasi bentrok sudah aman. Aparat gabungan dari TNI Polri sebanyak tiga kompi pun disiagakan. "Dan dipimpin oleh Kapolresta, Dandim, dan Bapak Bupati sudah di lokasi," kata Roem.

Roem juga menyebut pihaknya sudah memasang pos penyekatan di antara dua desa yang sebelumnya terlibat bentrok tersebut. Pihaknya juga membangun 10 pos pengamanan. Di pos pengamanan itu disiagakan personel TNI dan Polri untuk mengamankan situasi.

Roem pun mengimbau kepada masyarakat yang mengungsi akibat terdampak konflik tersebut, untuk kembali ke desanya masing-masing. "Saat ini kami sudah menyediakan tenda-tenda untuk menampung di sana serta kebutuhan hidupnya telah dijamin oleh pemerintah," kata dia.

Roem membeberkan konflik bermula dari perselisihan batas wilayah antar dua desa. Awalnya ada satu warga yang hendak membuka lahan, namun dicegat oleh warga dari desa tetangga. Akhirnya terjadi perselisihan antarwarga. Keduanya, papar Roem kembali ke desa masing-masing dan melaporkan kepada warga lainnya. "Sehingga terjadi konsentrasi massa. Kapolda kemarin sore langsung mengirim satu pleton Brimob," kata Roem.

Sayangnya, konflik kembali pecah pada Rabu (26/1/2022) dan mengakibatkan tiga orang tewas serta dua luka-luka. "Sehingga terjadi penyerangan antara kedua warga namun Alhamdulillah saat ini kondisi sudah aman," katanya.


Halaman:

Editor: editor1

Tags

Terkini

X