• Selasa, 24 Mei 2022

Sejarawan Bonnie Triyana Dilaporkan ke Polisi Belanda

- Senin, 24 Januari 2022 | 13:14 WIB
Sejarawan Indonesia Bonnie Triyana.
Sejarawan Indonesia Bonnie Triyana.

JAKARTA - Sejarawan Indonesia Bonnie Triyana dilaporkan di kepolisian Belanda lantaran kontroversi soal istilah 'Periode Bersiap'. Istilah 'Bersiap' itu bahkan memicu polemik sampai di parlemen Belanda.

Polemik soal 'Periode Bersiap' ini bermula sikap Bonnie yang menghapuskan istilah 'Bersiap' yang muncul dalam pameran Revolusi! Indonesia Merdeka di Rijksmuseum. Bonnie sendiri merupakan kurator tamu di Rijksmuseum.

Tulisan Bonnie yang bikin geger itu tayang di surat kabar lokal NRC dengan judul 'Schrap de term Bersiap want die is racistisch' pada 10 Januari 2022. Dalam tulisannya, Bonnie mengatakan istilah 'Bersiap' itu perlu dihapus karena rasis.

Istilah 'Bersiap' di Belanda sendiri umum diketahui sebagai sejarah kekerasan anti-kolonial orang Indonesia pada periode 1945-1950. Namun, oleh Bonnie, istilah ini justru dipakai pejuang Indonesia sebagai aba-aba perang untuk menyerang orang Belanda yang baru tiba di Kamp Jepang. Di kalangan masyarakat Indonesia sendiri, Bersiap dianggap sebagai periode para pejuang mengganyang Belanda-Nica yang membawa sekutu.

Oleh karena itu, Bonnie menilai istilah Bersiap bermuatan rasis. Sedangkan orang Belanda menganggap periode itu sebagai peristiwa yang tak termaafkan.

Atas pandangannya ini, sikap Bonnie menjadi polemik hingga di parlemen Belanda. Bonnie pun akhirnya dilaporkan ke kepolisian Belanda. Pelaporan tersebut dibuat oleh Federasi Indo-Belanda (Federatie Indische Nederlanders/FIN).

Saat dihubungi, Bonnie membenarkan soal laporan tersebut. "(Benar) Kan sudah ramai diberitakan," kata Bonnie kepada Detik.com, Senin (24/1/2022).

Bonnie juga mengatakan pihaknya sudah mendapatkan bantuan dari pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Belanda. Pihaknya tengah mengikuti proses hukum ini."Semua membantu," ia menambahkan.(*)

 

Halaman:

Editor: editor2

Tags

Terkini

X