Terungkap Perintah Nurdin Minta Duit Kontraktor untuk Pilgub

- Rabu, 3 November 2021 | 13:36 WIB
Gubernur Suksel nonaktif Nurdin Abdullah saat tiba di Gedung KPK Jakarta beberapa waktu lalu.
Gubernur Suksel nonaktif Nurdin Abdullah saat tiba di Gedung KPK Jakarta beberapa waktu lalu.

MAKASSAR - Eks Sekretaris Dinas PUTR Sulawesi Selatan (Sulsel) Edy Rahmat mengungkap pernah diperintah Gubernur Sulsel nonaktif Nurdin Abdullah agar meminta duit kepada kontraktor Agung Sucipto. Dia menyebut duit kontraktor itu diminta untuk kebutuhan relawan Pilkada jika Nurdin maju lagi pada Pilgub Sulsel mendatang.

Hal tersebut diungkap Edy kala jadi saksi kasus suap terdakwa Nurdin Abdullah di Pengadilan Tipikor Makassar pada Rabu (3/11/2021). Jaksa KPK Ronald Worotikan awalnya menanyakan apakah Edy pernah menghadap ke Nurdin Abdullah ke Rumah Jabatan (Rujab).

"Mungkin ada dua minggu sebelum OTT, sore, kurang lebih jam 5 (sore) dipanggil. Saya singgah di Rujab, kebetulan Pak Nurdin masih ada tamunya dari PDI Perjuangan, jadi hampir magrib baru saya temui," kata Edy di persidangan.

Edy menceritakan, pertemuan dengan Nurdin itu diinisiasi Nurdin sendiri yang meminta Edy menghadap ke Rujab melalui ajudan atas nama Syamsul Bahri. Saat bertemu Nurdin, kata Edy, terdakwa memberi perintah agar Edy menemui kontraktor Agung Sucipto.

"Pertemuan singkat karena hampir magrib. Saya cuma disampaikan tolong temui Agung Sucipto dan sampaikan tolong dibantu untuk relawan, karena Pilkada semakin dekat," tuturnya.

Edy sendiri mengaku menafsirkan bahwa permintaan bantuan untuk relawan Pilkada tersebut adalah terkait kebutuhan Nurdin apabila kembali maju di Pilgub selanjutnya, alias untuk periode kedua. Ini diungkap Edy saat Jaksa menanyakan Pilkada untuk siapa.

"Pilkada siapa, Pak Nurdin kan sudah jadi Gubernur?" tanya Jaksa Ronald Worotikan.

Edy pun mengatakan itu untuk periode kedua Nurdin Abdullah. Namun untuk pengakuan ini, Edy mengaku menafsirkan sendiri dan Nurdin tak pernah menyebut untuk keperluan periode kedua dengan rinci.

"Periode kedua maksudnya nanti Pak. (Nurdin tak menyampaikan untuk periode kedua) tapi saya sudah tahu karena pasti untuk periode kedua," katanya.

Halaman:

Editor: editor2

Tags

Terkini

KPK Merekrut 15 Penyidik dari Polri

Selasa, 31 Januari 2023 | 14:16 WIB

KPK Perpanjang Penahanan Lukas Enembe 40 Hari Kedepan

Senin, 30 Januari 2023 | 17:54 WIB
X