• Rabu, 17 Agustus 2022

Konsultan Pajak Diperiksa KPK soal Uang untuk Angin Prayitno

- Jumat, 20 Agustus 2021 | 12:03 WIB
Angin Prayitno Aji saat diperiksa di Gedung KPK Jakarta beberapa waktu lalu.
Angin Prayitno Aji saat diperiksa di Gedung KPK Jakarta beberapa waktu lalu.

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi dua konsultan pajak Veronica Lindawati dan Agus Susetyo terkait adanya dugaan kesepakatan dan penyerahan sejumlah uang untuk tersangka kasus suap pemeriksaan perpajakan.

KPK, Kamis (19/8/2021), memeriksa keduanya sebagai saksi untuk tersangka mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Direktorat Jenderal Pajak Angin Prayitno Aji (APA) dan kawan-kawan dalam penyidikan kasus dugaan suap terkait pemeriksaan perpajakan tahun 2016 dan 2017 pada Direktorat Jenderal Pajak.

"Dikonfirmasi antara lain terkait dengan dugaan kesepakatan dan penyerahan sejumlah uang kepada tersangka APA dan tersangka DR (Dadan Ramdani)," ucap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (20/8/2021).

Diketahui, Veronika dan Agus telah ditetapkan sebagai tersangka, namun penyidik memeriksa keduanya dalam kapasitas sebagai saksi.

KPK, Kamis (19/8/2021) memeriksa PNS Direktorat Jenderal Pajak/Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Direktorat Jenderal Pajak Irawan Afrizal."Dikonfirmasi antara lain terkait dengan berbagai pendapatan yang sah di antara gaji dari tersangka APA dan tersangka DR," ucap Ali.

KPK total menetapkan enam tersangka kasus tersebut. Sebagai penerima, yaitu Angin dan mantan Kepala Subdirektorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan Ditjen Pajak Dadan Ramdani (DR).

Sedangkan sebagai pemberi, yakni Veronika Lindawati (VL), Agus Susetyo (AS) serta dua konsultan pajak lainnya masing-masing Ryan Ahmad Ronas (RAR) dan Aulia Imran Maghribi (AIM).

Dalam konstruksi perkara, KPK menduga Angin dan Dadan menyetujui, memerintahkan, dan mengakomodir jumlah kewajiban pembayaran pajak yang disesuaikan dengan keinginan dari wajib pajak atau pihak yang mewakili wajib pajak.

Keduanya diduga menerima suap puluhan miliar rupiah terkait pemeriksaan pajak terhadap tiga wajib pajak, yaitu PT Gunung Madu Plantations untuk tahun pajak 2016, PT Bank PAN Indonesia Tbk untuk tahun pajak 2016, dan PT Jhonlin Baratama untuk tahun pajak 2016 dan 2017.

Halaman:

Editor: editor2

Tags

Terkini

X