• Senin, 15 Agustus 2022

Penimbun Obat Covid-19, Bisa Untuk 3.000 Pasien

- Selasa, 13 Juli 2021 | 17:00 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAKARTA - Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat, menggerebek sebuah ruko di kawasan Kalideres, Jakarta Barat yang diduga sebagai tempat penyimpanan dan penimbunan obat Covid-19. Dalam penimbunan ini, modus pemilik ruko untuk meraup keuntungan di tengah pandemi Covid-19.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Ady Wibowo mengatakan, pihaknya mendapati obat berbagai jenis dalam jumlah besar yang bisa digunakan untuk obati 3000 orang. Obat tersebut berjenis Azithromycin 500 mg yang digunakan pasien Covid-19 dalam proses penyembuhan.

“Kami mengamankan 730 boks. Jumlah 730 boks ini bisa digunakan penderita sebanyak hampir 3.000 orang,” ujar Ady saat di konfirmasi, Selasa (13/7/2021). Ady menjelaskan, pemilik ruko nantinya akan mengambil untung mencapai 100% di tiap tablet obat.

Diketahui harga eceran standar tertinggi untuk obat yang ditemukan seharusnya hanya seharga Rp1.700 per tablet, namun sang pemilik ruko akan menjualnya dua kali lebih mahal.

“Tapi kami melihat di sini ada kenaikan harga menjadi Rp 3.350, itu yang pertama,” ungkap Ady. Di sisi lain, Polisi temukan percakapan antara pemilik ruko dengan karyawannya yang berisikan perintah tidak menjual obat tersebut sementara waktu dengan maksud menimbun.

Sang pemilik menginstruksikan kepada karyawannya jika ada yang menanyakan  obat, dijawab obat tersebut kosong. “Ada percakapan dari pemilik PT ya, dari pemilik PT itu untuk tidak dijual dulu. Artinya ada indikasi untuk ditimbun, Kemudian ada salah satu juga permintaan dari salah satu customer yang menanyakan obat tersebut sudah ada atau belum tapi dijawab belum ada,” jelas Ady.

Mengetahui hal itu, Ady memerintahkan pihaknya melakukan penggerebekan dan juga penyegelan terhadap gudang obat tersebut lantaran sang pemilik bertujuan megambil keuntungan besar ditengah banyak orang yang membutuhkan obat 

“Kami lakukan ini sebagai bentuk pengawasan kami sehingga pendistribusian obat apalagi sudah masuk dalam barang penting khususnya dalam penanganan pandemi ini bisa tersalurkan dengan baik,” tutur Ady. Hingga kini, polisi telah membongkar dan memeriksa lebih lanjut gudang penimbunan obat tersebut.

Dalam kasus ini polisi menangkap tiga orang tersngka, YP (56) selaku pemilik gudang, MA (32) sebagai apoteker, dan E (57) sebagai karyawan gudang. Selain amankan para pelaku, polisi juga mengamankan 730 boks azythromycin 500 mg, di mana 1 boks mengandung 20 tablet. (E-4)

Halaman:

Editor: editor4

Tags

Terkini

Komnas HAM Datangi Mako Brimob Kelapa Dua Depok

Jumat, 12 Agustus 2022 | 16:43 WIB

KPK Turut Amankan Uang dari OTT Bupati Pemalang Cs

Jumat, 12 Agustus 2022 | 13:41 WIB
X