• Senin, 4 Juli 2022

Hari Ini Pansel Capim KPK Bertemu Komisi III DPR

- Senin, 9 September 2019 | 10:51 WIB
Yenti Ganarsih
Yenti Ganarsih

JAKARTA - Panitia seleksi calon pimpinan (pansel capim) KPK hari ini bertemu dengan Komisi III DPR. Pertemuan itu akan membahas proses seleksi capim KPK yang sudah berjalan.

Ketua Pansel Capim KPK Yenti Garnasih sudah berada di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (9/9/2019) pagi ini.

"Ya kita hanya menyampaikan berdasarkan yang lalu, yang kita sampaikan adalah ya kelayakan kenapa capim yang 10 ini menjadi kita pilih. Setelah kita pilih kemudian kan diserahkan Presiden (Jokowi), Presiden setuju, kemudian Presiden serahkan. Kan kita hanya membantu itu. Tapi kalau assesment mendalam tidak kita berikan," kata Yenti Garnasih.

Ia mengatakan Pansel akan menyampaikan proses seleksi capim KPK kepada DPR. Namun, hasil assesment yang bersifat pribadi tidak akan disampaikan.

"Kemudian proses-prosesnya, yang proses yang boleh kita sampaikan ya. Tapi kalau misalnya hasil tes kesehatan, hasil profile assesment tentu tidak bisa, karena itu kan rahasia untuk kami. Untuk hasil tes kesehatan itu sama sekali tidak bisa diberitahukan, karena itu kan ada masalah yang privacy-nya ya," dia menjelaskan.

Komisi III DPR juga akan memulai uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) 10 capim KPK dengan pembuatan makalah hari ini. Yenti menyebut masukan dari Pansel juga akan menjadi bahan fit and proper test.

"Lusa atau hari ini pembuatan makalah kemudian fit and proper testnya juga dalam minggu ini kan. Nanti kan mungkin dari masukan yang ada dari kita, dari kami, jadi bahan untuk fit and proper tes. Tapi akhirnya keputusan di DPR," ujarnya.

Soal keberatan dari berbagai pihak terkait 10 capim yang lolos untuk mengikuti fit and proper test, Yenti mengatakan pihaknya juga mendengar masukan-masukan yang ada. Ia menegaskan Pansel punya pertimbangan dan para capim ini juga memiliki catatan dari Pansel.

"Pertimbangan itu kan tidak semua dari yang menyampaikan saja. Ada juga pertimbangan lain kan, pertimbangan dari kami juga punya kan. Hasil-hasil ada pertimbangan juga. Sekarang masalahnya apa, pertimbangannya apa, saya memberikan gambaran pertimbangan apakah saya harus memaksakan itu? Kan nggak gitu kan," tuturnya.

Halaman:

Editor: editor2

Tags

Terkini

X