SINAR HARAPAN - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memvonis anak AG (15) karena terlibat dalam kasus penganiayaan anak pejabat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan oleh Mario Dandy (20) terhadap David Ozora (17), selama tiga tahun enam bulan di lembaga pembinaan khusus anak (LPKA).
"Menyatakan anak, telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana turut serta melakukan penganiayaan berat dengan rencana terlebih dahulu sebagaimana dalam dakwaan pertama primer," kata Hakim Sri Wahyuni Batubara dalam persidangan pembacaan vonis di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin 10 April 2023.
Hakim menetapkan masa penahanan yang telah dijalani anak dikurangi seluruhnya dari masa pidana yang dijatuhkan yakni tiga tahun enam bulan.
Baca Juga: BMKG: Siklon Tropis 98S Menjadi Siklon Tropis Kategori Tinggi dalam 24 Jam ke Depan
Hakim mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan antara lain untuk memberatkan, korban D (17) sampai saat ini masih berada di rumah sakit dan mengalami kerusakan otak berat.
Hal-hal yang meringankan, anak AG masih berusia 15 tahun dan diharapkan bisa memperbaiki diri di masa depan, menyesali perbuatan dan memiliki orang tua penderita stroke dan kanker paru stadium empat.
Atas perbuatannya, AG terbukti melanggar Pasal 355 Ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP dalam dakwaan pertama primer penuntut umum.
Baca Juga: Dasco Sebut Pertemuan Muhaimin dan Prabowo pada Senin Sore di Kertanegara Membahas Koalisi Besar
Vonis atau putusan sidang dibacakan majelis hakim disaksikan jaksa penuntut umum, pengacara terdakwa anak AG dan pengacara korban D.
Terdakwa anak AG tak hadir di ruangan sidang, hanya menyaksikannya dari ruang tunggu anak.
Sebelumnya, kejaksaan berencana menghadirkan anak AG (15) pada sidang putusan kasus penganiayaan anak pejabat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) pada Senin pukul 14.00 WIB.
Baca Juga: Polisi Kembali Mengidentifikasi Empat Jenazah Korban Dukun Penggandaan Uang di Banjarnegara
"Kami dapat informasi dari teman-teman kejaksaan bahwa nanti terdakwa AG akan dihadirkan," kata Pejabat Humas Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan Djuyamto kepada wartawan, di Jakarta, Senin.
Selain itu, awak media bisa memperoleh akses informasi persidangan melalui perwakilan yang disepakati masuk ke ruang sidang.
"Peliputan atau penyiaran sidang pembacaan putusan wajib memperhatikan kondisi tersebut demi ketertiban, kelancaran dan kewibawaan persidangan mengacu pada pasal 61 ayat 2 UU tentang Sistem Peradilan Pidana Anak dan Pedoman Penyiaran Ramah Anak dari Dewan Pers," tambahnya.
Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan sebelumnya, menuntut anak berkonflik dengan hukum, AG (15) ditempatkan di lembaga pembinaan khusus anak (LPKA) selama empat tahun terkait kasus penganiayaan terhadap D (17).***
Artikel Terkait
Setelah Jabatan Rafael Dicopot, Mario juga Dipecat Sebagai Mahasiswa Universitas Prasetya Mulya
Karangan Bunga Kasus Penganiayaan Libatkan Anak Pejabat Ditjen Pajak Penuhi Mapolres Jakarta Selatan
Kasus Penganiayaan D, Polda Metro Jaya Naikkan Status Hukum AG
SMA Tarakanita 1 Terima Surat Pengunduran Diri Teman Wanita Mario
Polda Metro Jaya Pindahkan Tersangka Penganiayaan MDS dan S dari Polres Metro Jakarta Selatan
Polda Metro Jaya Periksa AG Teman Wanita Tersangka Penganiayaan D di Jakarta Selatan
Siang Ini Polda Metro Jaya Gelar Rekonstruksi Penganiayaan David Ozora di Pesanggrahan Jakarta Selatan
23 Adegan Dilakukan dalam Rekonstruksi Penganiayaan David Ozora, AG Digantikan Pemeran Pengganti
Polisi Periksa Psikologi Forensik Tersangka Penganiayaan MDS dan SL
Kuasa Hukum Sebut Tersangka MDS Sengaja Sebarkan Video Penganiayaan untuk Ajang Kebanggaan