Teten Targetkan Penyaluran KUR ke 60 Juta UMKM

Selasa , 12 November 2019 | 14:57
Teten Targetkan Penyaluran KUR ke 60 Juta UMKM
Sumber Foto : SH/Satryo Yudhantoko
Teten Masduki

JAKARTA - Menteri Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Koperasi Teten Masduki meyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap stabil dan bahkan tumbuh positif di tengah gejolak ekonomi global saat ini. 

Salah satu cara yang akan dilakukannya ialah dengan mendorong penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada 60 juta UMKM. Rencana itu, dijelaskan Teten, seiring dengan langkah pemerintah yang menurunkan suku bunga KUR dari 7 persen menjadi 6 persen. 

"Kebijakan KUR ini diharapkan memang akan memberikan dampak kepada pertumbuhana UMKM. Karena memang di tengah perekonomian global yang sedang lesu sekarang, titik berat pertumbuhan memang akan didorong disektor ini. Dan memang sektor ini juga banyak serapan tenaga kerjanya," ujar Teten dalam jumpa pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Dr. Wahidin, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Selasa (12/11/2019). 

Nantinya, skema penyaluran KUR kepada 60 UMKM yang ada ialah dengan mengelompokan sesuai jenis industrinya masing-masing. Skema ini menurutnya justru mempermudah pekerjaan Kementerian UMKM dalam mengelola dan mengembangkan industri dalam negeri tersebut. 

"Saya kira model KUR kelompok ini akan mempermudah kementerian kami UMKM dan koperasi untuk mulai melembagakan usaha mikro kecil menengah yang banyak, ada 60 juta lebih yang ini tidak mungkin bisa kami urus satu-satu," katanya. 

"Jadi ini nanti akan terjadi pengelompokan-pengelompokan. Apakah nanti bentuknya koperasi atau kelompok-kelompok lain. Sehingga mempermudah kami melakukan pembinaan, pemberdayaan dan juga akselerasi pertumbuhan ekonomi," tambah Teten.

Dalam catatan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, kontribusi UMKM terhadap PDB per akhir 2018 lalu mencapai 60,34 persen. Bahkan data terbaru yang disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir, disebutkan kontribusi UMKM terhadap PDB sudah makin tinggi yaitu mendekati 65 persen. 

Sementara dari segi ekspor, UMKM menyumbang sekitar 15,7 persen dari total ekspor Indonesia. Sementara jika melihat penyerapan tenaga kerja, UMKM mampu menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja di Indonesia.

Besarnya potensi UMKM sebagai pahlawan perekonomian nasional disadari oleh pemerintah. Oleh karena itu, pemerintah terus mengerek penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang ditujukan untuk mempermudah akses pelaku UMKM terhadap pinjaman dan pemodalan usaha. 

Hal itulah yang mendasari pemerintah kembali menurunkan suku bunga KUR menjadi 6 persen pada awal tahun depan. Selain itu, plafon KUR juga ditingkatkan dari Rp 140 triliun pada 2019 menjadi Rp 190 triliun pada tahun 2020. 

Bahkan tidak tanggung-tanggung, pemerintah memfokuskan 60 persen dari total penyaluran KUR 2020 untuk sektor produksi. (Ryo) 

 

 

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load