Menteri KKP Dorong Penyerapan Garam Lokal

Selasa , 05 November 2019 | 18:57
Menteri KKP Dorong Penyerapan Garam Lokal
Sumber Foto : SH/Satryo Yudhantoko
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo

JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam waktu dekat bakal menyiapkan beberapa rencana untuk mendorong penyerapan garam lokal. Hal itu dilakukan guna menekan impor komoditas tersebut.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menjelaskan, pemerintah belum mempunyai badan yang khusus mengelola garam, tidak seperti beras yang dikelolah oleh Perum Bulog. 

“Garam ini tidak ada badan yang menangani, tidak seperti beras yang dikuasai Bulog saja harganya kadang tidak terkontrol. Apalagi garam yang bebas sama sekali. Dengan adanya impor yang besar kemarin itu tentunya akan berpengaruh,” katanya usai mengikuti rapat koordinasi di kantor Menko Perekonomian, Jalan Dr. Wahidin, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Selasa (5/11/2019). 

Mantan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu menuturkan, langkah pertama yang akan diambilnya bersama Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan ialah memetakan wilayah yang memiliki potensi garam.

“Kita sudah memetakan di mana titik-titik sentral garam karena petani garam kita kan besar ada 19 ribu orang dan hampir ada 27 ribu hektare,” ujar Edhy.

Lebih lanjut, Edhy mengatakan kalau pihaknya juga akan meningkatkan kualitas garam menggunakan geomembrane beserta program pugarnya. Sehingga bisa petani garam Indonesia bisa memproduksi garam dalam jumlah yang lebih besar dari sekarang. 

Berdasarkan catatannya, Edhy menyebutkan besaran lahan tambak garam saat ini mencapai 7.000 hektare. Luas lahan itu, dijelaskan Edhy menggunakan geomembrane, yang satu hektare nya mampu menghasilkan produk sekitar 30 persen lebih banyak dengan kualitas garamnya berwarna lebih putih.

Di samping itu, Edhy juga memastikan jumlah gudang penyimpanan garam akan ditambah, dengan catatan jika itu memang dibutuhkan. "Rata-rata kita total 49 ribu ton, tapi ada yang 29 ribu ton dan 4.000 ton. Jika masih dibutuhkan maka akan kita tambah. Kalau berapanya saya belum tahu karena saya kan masih baru,” katanya.

“Yang jelas saya yakin dan optimis meningkatkan kualitas garam dalam negri. KKP selalu siap untuk selalu terbuka komunikasi, contohnya kalau kita sepakat kebutuhan segini dan impor segini ya mau enggak mau kan,” pungkasnya. (Ryo)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load