Hentikan Monopoli Tol Laut, Kemenhub Gandeng Gojek

Senin , 04 November 2019 | 08:40
Hentikan Monopoli Tol Laut, Kemenhub Gandeng Gojek
Sumber Foto: Istimewa
Menhub Budi Karya Sumadi

BOYOLALI - Kementerian Perhubungan segera menghentikan monopoli tol laut yang terjadi di sejumlah daerah dengan menggandeng perusahaan aplikasi jasa transportasi Gojek.

"Monopoli itu terjadi di dua kabupaten ternyata dan itu terjadi terutama di Saumlaki, Kepulauan Tanimbar, Maluku," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat mengunjungi proyek stasiun kereta di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (3/11/2019).

Terkait dengan praktik monopoli tersebut, dikatakannya, ada satu perusahaan yang mengumpulkan barang-barang untuk kemudian dikirimkan ke luar pulau. Hingga saat ini perusahaan tersebut tidak ada pesaingnya sehingga terkesan semaunya sendiri dalam menetapkan tarif.

"Kami sudah 'sounding' dan kami sudah selesaikan, dilakukan langsung pada masyarakat. Saat ini harga kembali ke Rp 10,5 juta," katanya.

Oleh karena itu, untuk menghindari hal itu tidak terjadi lagi maka ke depan akan dikerjasamakan dengan Gojek.

"Kita ketahui bahwa Gojek punya armada yang banyak untuk logistik. Mereka akan menangani ini. Kalau bisa ditangani ini adalah suatu usaha yang besar sekali karena barang yang diangkat oleh tol laut itu kurang lebih Rp 30 triliun," katanya.

Sebagai tindak lanjut, pihaknya sudah melakukan pembicaraan awal.

"Yang pasti kalau itu (pengiriman) dilakukan oleh instansi yang memang punya sarana yang bagus pasti harganya lebih kompetitif," katanya.

Sebelumnya, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub Wisnu Handoko menemukan indikasi monopoli tol laut tersebut terjadi di daerah timur, di antaranya Maluku dan Papua. (E-3/ant)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load