Penyaluran KUR Sektor Produksi Meleset dari Target 60 Persen

Rabu , 16 Oktober 2019 | 17:46
Penyaluran KUR Sektor Produksi Meleset dari Target 60 Persen
Sumber Foto : Istimewa
Darmin Nasution

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution melihat target penyaluran KUR ke sektor produksi yang ditetapkan sebesar 60 persen, dari total anggaran yang disalurkan tahun 2019 sebesar Rp 140 triliun, kemungkinan meleset. 

“Kalau 2017 saya tetapkan 40 persen, 2018 50 persen, dan tahun ini sebenarnya produksi itu 60 persen tapi saya melihat mulai enggak tercapai,” ungkapnya dalam sambutan diacara penyerahan KUR di Gedung Smesco, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (16/10/2019). 

Salah satu penyebabnya, dijelaskan Darmin, adalah karena mayoritas orang yang mendapatkan KUR ialah begerak di sektor perdagangan. Selain itu, rata-rata yang bergerak di sektor produksi bekerja secara individu. Hal itu berdampak kepada daya minat perbankan dalam menyalurkan kredit.

“Banknya juga tidak terlalu semangat dibanding dengan kelompok di mana ada 100 orang yang menerima KUR itu dia lebih semagat mengurusnya,” ujarnya.

Karena itu, mantan Gubernur Bank Indonesia itu menyarankan agar calon debitur KUR membentuk sebuah klaster atau kelompok dalam menjalankan suatu sektor produksi atau UMKM, sehingga lebih memudahkan pihak perbankan dalam membantu penyaluran KUR mencapai target 60 persen.

“Kita harus mendorong lahirnya kelompok atau klaster kegiatan UMKM, itu dia tantanganya,” katanya.

Adapun Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir menyebut realisasi penyaluran KUR dari Agustus 2015 hingga Agustus 2019 mencapai Rp 435,4 triliun. Jumlah itu diberikan kepada 17,5 juta debitur dengan NPL (non-performing loan) terjaga di level 1,31 persen. 

Sedangkan untuk tahun ini pemerintah menargetkan penyaluran KUR mencapai Rp 140 triliun yang 60 persennya harus diserap oleh sektor produksi. Namun realisasi KUR hingga 31 Agustus baru di angka Rp 102 triliun yang diberikan kepada 3,4 juta debitur. 

“Sedangkan realisasi KUR untuk produksi sampai Agustus 2019 masih 47 persen,” terang Iskandar. (Ryo)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load