Realisasi Program BBM Satu Harga Telah Capai 89 Persen

Kamis , 26 September 2019 | 09:37
Realisasi Program BBM Satu Harga Telah Capai 89 Persen
Sumber Foto : SH/Satryo Yudhantoko
Irfana Hardiati

BALIKPAPAN - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mencatat realisasi program penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) satu harga secara nasional telah mencapai 89 persen dari target akumulasi periode 2017-2019 sebanyak  170 titik. 

Berdasarkan data BPH Migas, realisasi penyaluran BBM satu harga pada 2017 telah terbangun dan beroperasi di 57 titik wilayah Indonesia. Diantaranya 54 titik dikelola oleh PT. Pertamina (Persero) dan 3 titik dikelola oleh PT. AKR Corporindo Tbk.

Sementara pada Tahun 2018, realisasi program BBM satu harga ini kembali bertambah menjadi 74 titik pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kompak. Rinciannya, 68 titik SPBU dikelola PT. Pertamina (Persero) dan 6 titik SPBU dikelola oleh PT. AKR Corporindo Tbk. 

Kemudian pada Tahun 2019 ditargetkan 39 program BBM satu harga juga ikut diresmikan oleh BPH Migas. Namun hingga Rabu (25/9/2019) kemarin, baru 20 titik SPBU yang diresmikan. 

Kasie Pengawasan Pendistribusian BBM BPH Migas Irfana Hardiati saat dikonfirmasi sinarharapan.co usai peresmian BBM satu harga di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (25/9/2019), menerangkan bahwa total capaian realisasi hingga September 2019 ini sebanyak 151 titik. Jumlah itu menunjukan optimisme BPH Migas terhadap target yang telah disusunnya. 

Sebab menurutnya, realisasi program prioritas pemerintah tersebut mesti dikejar hingga akhir tahun ini dengan target 170 SPBU Kompak. Karenanya, ia memastikan bahwa target itu tak akan berubah atau bertambah. 

"Sesuai dengan road map program akselerasi BBM satu harga sampai dengan 2019 ditargetkan sebanyak 170 titik. Kami optimis target tersebut dapat tercapai pada tahun ini," katanya. (Ryo)

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load