Neraca Perdagangan Agustus 2019 Surplus US$ 85,1 Juta

Senin , 16 September 2019 | 14:14
Neraca Perdagangan Agustus 2019 Surplus US$ 85,1 Juta
Sumber Foto: SH/Satryo Yudhantoko
Suhariyanto memaparkan perkembangan Ekspor dan Impor Indonesia dalam Jumpa Pers

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis Neraca Perdagangan RI pada Agustus 2019 mengalami surplus sebesar US$ 85,1 juta dengan nilai ekspor US$ 14,28 miliar dan impor US$ 14,20 miliar.

"Neraca perdagangan Agustus 2019 mengalami surplus, yang disebabkan oleh surplus sektor nonmigas US$ 840 juta, walaupun sektor migasnya defisit US$ 755,1 juta. Tentu ini belum seperti yang diharapkan, tapi ini memberikan sinyal positif bagi neraca perdagangan Indonesia ke depan," kata Kepala BPS Suhariyanto di Jakarta, Senin (16/9/2019).

Suhariyanto, menyampaikan bahwa nilai ekspor Indonesia Agustus 2019 mengalami penurunan 7,60 persen jika dibandingkan ekspor Juli 2019 menjadi US$ 14,28 miliar dari US$ 15,45 miliar. Sedangkan, jika dibandingkan ekspor pada periode yang sama di tahun sebelumnya, nilai ekspor Agustus 2019 turun 9,99 persen.

Penurunan terbesar ekspor nonmigas Agustus 2019 terhadap Juli 2019 terjadi pada bahan bakar mineral sebesar US$ 157,9 juta mencapai 8,23 persen, sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada perhiasan atau permata sebesarUS$  168,8 juta yakni meningkat 25,31 persen.

Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari-Agustus 2019 turun 4,33 persen dibanding periode yang sama tahun 2018, dan ekspor hasil tambang dan lainnya turun 17,73 persen. Sementara ekspor hasil pertanian naik 1,53 persen.

"Jadi, upaya untuk memacu ekspor akan menghadapi tantangan luar biasa, karena perekonomian global yang masih melambat, perang dagang dan harga komoditas yang fluktuatif," ujarnya.

Sementara itu, nilai impor Indonesia Agustus 2019 mencapai US$ 14,20 miliar atau turun 8,53 persen dibanding Juli 2019, demikian pula jika dibandingkan Agustus 2018 turun 15,60 persen.

Impor nonmigas Agustus 2019 mencapai US$ 12,56 miliar atau turun 8,76 persen dibanding Juli 2019, demikian pula jika dibandingkan Agustus 2018 turun 8,77 persen.

Impor migas Agustus 2019 mencapai US$ 1,63 miliar atau turun 6,73 persen dibanding Juli 2019, dan turun 46,47 persen dibandingkan Agustus 2018.

Penurunan impor nonmigas terbesar Agustus 2019 dibanding Juli 2019 adalah golongan mesin atau pesawat mekanik sebesar US$ 259,8 juta turun 9,88 persen, sedangkan peningkatan terbesar adalah golongan benda-benda dari besi dan baja sebesar US$ 46,4 juta meningkat 14,77 persen.

"Yang terjadi adalah ekspor memang turun tajam tapi impor turun lebih tajam," tambahnya.

Dengan demikian, nilai ekspor pada Januari-Agustus 2019 mencapai US$ 110,4 miliar dan nilai impor US$ 111,8 miliar. Sehingga, neraca perdagangan hingga Agustus 2019 mengalami defisit US$ 1,81 miliar.

"Neraca perdagangan hingga Agustus masih defisit, namun nilainya menipis menjadi US$ 1,81 miliar," pungkasnya. (ryo)

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load