Keputusan Suprajarto Tolak Jabatan Dirut BTN Didukung Serikat Pekerja

Jumat , 30 Agustus 2019 | 10:12
Keputusan Suprajarto Tolak Jabatan Dirut BTN Didukung Serikat Pekerja
Sumber Foto : Istimewa
Suprajarto

JAKARTA - Keputusan Direktur Utama (Dirut) Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang menolak jabatan barunya sebagai Dirut Bank Tabungan Negara (BTN) mendapat dukungan dari serikat pekerja kedua bank pelat merah tersebut.

Bahkan, Serikat Pekerja BTN  (SP BTN) dan Serikat Pekerja BRI (SPBRI) sepakat membuat pernyataan sikap bersama yang intinya menolak hasil RUPS LB BTN dalam poin mengangkat Suprajarto sebagai Dirut BTN.

"Meminta kepada Menteri Negara BUMN untuk menghormati prinsip-prinsip good governance dan pelaksanaan manajemen karir bagi bankir di lingkungan BUMN melalui talent management system yang fair," tulis pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh Ketua Umum SPBRI Ruslina Harsono dan Ketua Umum DPP SP BTN, di Jakarta, Kamis (29/8/2019).

Selain itu, serikat pekerja kedua bank BUMN itu juga menilai keputusan Rini Soemarno sebagai bentuk pelecehan profesi bankir yang berpotensi membuat keresahan di kalangan pekerja kedua bank tersebut.

Menyatakan sikap bahwa sesungguhnya pemberian tugas kepada Suprajarto sebagai Dirut BTN setelah sebelumnya menjabat sebagai Dirut Bank BRI pada dasarnya sebuah pelecehan profesi yang berpotensi menimbulkan kemarahan bagi ribuan alumni BRI yang tersebar di seluruh NKRI termasuk juga di BTN karena penugasan diberikan dari BRI kepada BTN yang dari ukuran kapasitasnya BTN jauh lebih kecil dari BRI (aset BTN 25 persen aset BRI)," tulis pernyataan tersebut.

Terakhir mereka juga meminta kepada seluruh pejabat di lingkungan BUMN untuk menahan diri dengan tidak mengambil keputusan politik apapun sampai dengan pelantikan Presiden Jokowi tanggal 10 Oktober 2019 sesuai dengan himbauan Ketua KSP Muldoko. (E-3)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load