JK Akui Adanya Kebocoran Anggaran

Jumat , 08 Februari 2019 | 15:20
JK Akui Adanya Kebocoran Anggaran
Sumber Foto Dok/Ist
Jusuf Kalla

JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengakui adanya kebocoran anggaran negara seperti disebut capres Prabowo Subianto. Namun angka kebocoran hanya mencapai 25 persen dan itu karena pejabat yang korupsi.

JK menyatakan hal itu di kantor Pusat PMI Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat (8/2/2019)."Iya tentu (kebocoran anggaran), kalau tidak bocor kebapa banyak aparat pemerintah yang tertangkap? Pasti (bocor). Tapi kesimpulannya tidak berlebihan," katanya.

Ia menyebut, kebocoran anggaran terjadi karena ada pejabat hingga kepala daerah yang melakukan korupsi. "Iya tentu (bocornya karena korupsi), ternyata banyak yang masuk KPK kan. Tapi tidak semua, jangan disama ratakan, ada bersih ada tidak, tidak semua. Tidak benar itu diratakan 25 persen," ujarnya.

Menurut JK, penyimpangan alokasi anggaran ditemui pada pos proyek pembangunan."Tentu semua korupsi salah, tetapi artinya tidak sebesar apa yang dikatakan itu (kebocoran 25 persen). Apalagi orang sekarang dengan sudah banyak orang yang ditangkap, sehingga orang takut. Hanya betul-betul yang korupsi sekarang itu yang pemberani-pemberani yang tidak takut ditangkap," katanya.

"Karena menteri saja 9 yang ditangkap, bupati 120, gubernur 19, ada negara seperti itu tidak? Tunjukkan 1 negara yang anggota DPR-nya ada 40 ditangkap, yang kepala daerahnya 100 lebih, yang menterinya 9, coba cari negara yang seperti itu. Jadi memang ada korupsi, tetapi kita tekankan juga sangat keras (pemberantasannya)," dia mengungkapkan.

Soal angka pasti kebocoran anggaran, JK menyebut sulit melakukan penghitungan. "Tidak ada (perkiraan), sulit kita perkirakan. Bahwa kasus-kasus yang kita lihat itu, orang minta bagian 7 persen, ada 10 persen, tidak ada yang minta 25 persen. Yang paling nakal kira-kira 15 persen, yang masuk pengadilan ya saya tidak tahu yang lain," dia menambahkan.

KOMENTAR

End of content

No more pages to load