PT Adhi Karya Sangkal LRT Jabodetabek Mahal

Senin , 14 Januari 2019 | 14:55
PT Adhi Karya Sangkal LRT Jabodetabek Mahal
Sumber Foto satryo yudhantoko
Pundjung Setya Brata

JAKARTA - Kontraktor pembangunan Lintasan Kereta Ringan (Light Rail Transit; LRT) PT Adhi Karya menjawab kritik Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) terkait biaya operasional pembangunan yang per kilometernya mencapai Rp 500 miliar.

Hal itu disampaikan langsung oleh Direktur II PT Adhi Karya, Pundjung Setya Brata dalam jumpa pers di Pabrik Precast LRT Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (14/1/2019).

Ia menyangkal kalau pembangunan LRT Jabodebek mengeluarkan biaya yang terbilang tinggi. "Dari segi pembiayaan, LRT Jabodebek lebih murah dibandingkan dengan LRT-LRT yang dibangun di negara lainnya. Untuk LRT Jabodebek biayanya adalah sebesar Rp673 miliar/km sudah termasuk prasarana dan sarananya," ujarnya.

Pundjung membandingkan antara biaya tanpa PPN dan keretanya. "Jadi yang Rp 500 miliar (per kilometer) itu termasuk prasarananya. Termasuk PPN tapi kalau di luar PPN ya sekitar Rp400 sekian miliar per kilometer. Sekarang kita bandingkan, dengan PPN atau enggak, termasuk keretanya enggak? Kalau termasuk keretanya Rp 600 miliar sekian," tuturnya.

Lebih lanjut, ia juga mempertegas kembali bahwa biaya pembangunan LRT Jabodebek lebih murah dengan biaya pembangunan LRT di negara lain.

"Di Filipina Rp 904 miliar/km, LRT Kelana Jaya di Malaysia sebesar Rp 807miliar/km, LRT Lahore di Pakistan Rp 797 miliar/km dan LRT Dubai di Uni Emirat Arab Rp 1,026 miliar/km, LRT Calgary di Kanada sebesar Rp 2,197 miliar/km dan LRT Houston di Amerika Serikat sebesar Rp 688 miliar/km. Jelas kita lebih murah," dia menambahkan.(ryo)

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load