Wika Gedung Bagi Dividen Rp56,57 Miliar

Senin , 26 Maret 2018 | 21:10
Wika Gedung Bagi Dividen Rp56,57 Miliar
Sumber Foto industry.co.id
Nariman Prasetyo

JAKARTA - PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (Wika Gedung) akan membagikan dividen sebesar Rp56,57 miliar atau setara dengan Rp5,91 per lembar saham.

"Dividen tersebut merupakan bagian laba bersih per Juli-Desember 2017 sebesar Rp188,47 miliar, sedangkan laba bersih Januari-Juni 2017 telah dikapitalisasi menjadi modal disetor," kata Direktur Utama Wika Gedung, Nariman Prasetyo seusai rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) di Jakarta, Senin (26/3/2018).

Ia mengemukakan, selain penetapan penggunaan laba bersih 2017, RUPST juga membahas perubahan susunan pengurus perseroan. Para pemegang saham menunjuk Gandira Gutawa S sebagai Komisaris Wika Gedung."Untuk jajaran direksi tidak ada perubahan, sedangkan susunan jajaran komisaris diputuskan ada penambahan anggota komisaris baru yakni Gandira Gutawa S," ujarnya.

Nariman Prasetyo juga mengemukakan hingga pekan ketiga Maret 2018, perseroan telah membukukan kontrak baru sebesar Rp2,29 triliun dari 10 proyek.

Ia mengharapkan pada 2018 perseroan dapat memperoleh kontrak dihadapi sebesar Rp16,59 triliun atau naik 28,2 persen dari realisasi tahun sebelumnya. Total kontrak dihadapi terdiri dari kontrak baru Rp7,83 triliun dan pengalihan (carry over) dari 2017 sebesar Rp8,76 triliun.

"Komposisi perolehan kontrak baru 2018 direncanakan berasal dari pemerintah sebesar 30 persen, BUMN 30 persen, dan sisanya berasal dari swasta," katanya.

Dalam rangka mendukung target kontrak baru itu, lanjut dia, perseroan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp668 miliar.

Terkait aliran dana (cash flow) perusahaan, Direktur Keuangan Wika Gedung Abiprayadi Riyanto memaparkan per 31 Desember 2017, Wika Gedung membukukan arus kas dari aktivitas operasi mencapai Rp636,5 miliar yang berasal dari pencairan piutang serta pembayaran uang muka dari pelanggan.

 



Sumber Berita: antaranews.com
KOMENTAR

End of content

No more pages to load