BPH Migas Pantau Harga Jual Gas Rumah Tangga

Jumat , 30 November 2018 | 20:55
BPH Migas Pantau Harga Jual Gas Rumah Tangga
Sumber Foto satryo yudhantoko
Ahmad Rizal

PALEMBANG - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) mengaku akan memantau harga jual gas dari sejumlah Perusahaan transmisi dan distribusi gas diwilayah Palembang. Karena, dalam Undang-Undang Migas Nomor 22 Tahun 2001 mengatakan bahwa, pengawasan minyak dan pengangkutan gas bumi melalui pipa diatur oleh badan pengatur.

"Peran BPH Migas harus berdiri tiga pihak, dia tidak hanya memikirkan pemerintah, tapi juga bagaimana mereka berdiri dalam kepentingan pemerintah, kemudian bagaimana memikirkan kegiatan usaha bisa berlangsung dan terakhir bagaimana masyarakat," kata Ketua Komite BPH Migas Ahmad Rizal dalam acara "Sosialisasi Pengawasan dan Penanganan Kegiatan Usaha Pengangkutan dan Niaga Gas Bumi Melalui Pipa" di Hotel Arya Duta, Kota Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (30/11/2018).

Penerapan harga jual dasar gas di rumah tangga dan pelanggan kecil di wilayah Sumatra Selatan, dikatakan Rizal, telah ditetapkan oleh BPH Migas.

"Mulai dari dulu apa yang diberikan pemerintah pusat dan sekarang dikelola oleh PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya, PT Petra Gas yang ada di Kabupaten Ogan Ilir, Kota Prabumuli. Itu semuanya harganya diatur dan ditetapkan oleh BPH Migas. Makanya, perusahaan transmisi dan distribusi gas di wilayah Palembang, tidak serta merta bisa menaikan harga sesuai keinginannya sendiri," dia menjelaskan.

Ia juga mengungkapkan, ada sejumlah perusahaan transmisi dan distribusi gas di wilayah Palembang. "Dari kegiatan transmisi dan distrubusi gas melalui pipa di Sumatera Selatan ini ada beberapa badan usaha dalam kegiatan transmisi dan distribusi milik PT PGN yang panjangnya ada 116,95 kilometer dengan jumlah konsumennya. Lalu ada pipa transmisi milik PT Medco Energi Sumatra. Kemudian yang paling banyak adalah ada pipa transmisi PT Petra Gas yang panjangnya cukup bahyak tapi dibagi dibeberapa ruas dan berbagai ukuran. Ada juga PT Mitra Energi Buana, dan termasuk ada pipa yang sangat pendek milik PT PDS Sumsel," katanya.

Dia juga mengingatkan kepada seluruh perusahaan transmisi dan distribusi gas diwilayah Palembang bahwa BPH akan mengawasi kegiatan bisnisnya.

"Di Indonesia badan pengatur itu disebut badan pengatur hilir minyak dan gas bumi (BPH). Apa yang diawasi? Pengangkutan gas bumi memalui pipa, harga gas bumi untuk rumah tanga, pengurusan transmisi dan distribusinya. Karena badan usaha tidak serta mertanya melakukan penambahan konsumen baru, serta penambahan panjang pipa dan lain sebagainya. Semua akan diatur oleh BPH," tambahnya.(ryo)

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load