Jasa Raharja Kucurkan Santunan Rp 5 Miliar untuk Korban Lion Air

Jumat , 23 November 2018 | 17:38
Jasa Raharja Kucurkan Santunan Rp 5 Miliar untuk Korban Lion Air
Sumber Foto satryo yudhantoko
Budi Rahardjo Slamet

JAKARTA - PT Jasa Raharja melaporkan hasil penyaluran dana santunan korban pesawat Lion Air PK-LQP JT-610. Sebanyak 109 ahli waris telah menerima uang santunan sebesar Rp 50 juta per orang. Total sumbangan yang telah dikeluarkan Jasa Raharja sebesar Rp 5 miliar.

"Sampai 22 November sudah teridentifikasi 109 jenazah. Kami sudah menyelesaikan atau memberikan dana santunan sejumlah 103 orang. Jasa Raharja telah membayarkan atau memberikan (uang santunan) Rp 5.058.000.000," ujar Direktur Utama PT Jasa Raharja Budi Rahardjo Slamet dalam jumpa pers penutupan proses identifikasi korhan pesawat Lion Air di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (23/11/2018).

Ia menjelaskan, pihaknya menemukan dua korban yang teridentifikasi masuk kedalam kategori anak di bawah umur. Namun, ahli waris yang seharusnya menerima dana santunan adalah orang tuanya yang ternyata ikut menjadi korban.

Karena itu, Jasa Raharja hanya memberikan biaya penguburan. "Karena tadi ada dua orang anak yang kedua orang tuanya juga menjadi korban, maka berdasarkan peraturan PMK nomor 15 tahun 2017, kami mebayarkan biaya penguburan. Dan biaya kuburannya diterima oleh kakek cucunya sebesar Rp 4 juta," dia menjelaskan.

Untuk korban yang baru teridentifikasi, yaitu sebanyak 16 orang, PT Jasa Raharja akan segera memberikan dana santunannya pada hari ini.

Namun untuk sisa korban yang belum teridentifikasi, yaitu sebanyak 64 orang korban, PT Jasa Raharja akan mengeluarkan dana santunan setelah melakukan koordinasi dengan pihak Lion Air dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil negara.

"Sesuai data yang ada hari ini sebanyak 16 orang yang sudah terindentifikasi maka kami akan menyerahkan santunan hari ini. Sedangkan yang 64 orang yang tidak diketemukan kita juga akan segera selesaikan dengan berkoordinasi dengan pihak Lion Air," Budi menambahkan.(ryo)

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load