BI: Kinerja Penjualan Eceran Juli 2021 Membaik

Kamis , 09 September 2021 | 12:40
BI: Kinerja Penjualan Eceran Juli 2021 Membaik
Sumber Foto : Istimewa
Bank Indonesia

JAKARTA - Bank Indonesia mencatat kinerja penjualan eceran pada Juli 2021 mengalami perbaikan tercermin dari indeks penjualan riil (IPR) yang sebesar 188,5 atau tumbuh minus 5 persen dibandingkan bulan sebelumnya minus 12,8 persen (mtm).

“Hasil survei penjualan eceran (SPE) mengindikasikan kinerja penjualan eceran secara bulanan membaik pada Juli 2021,” kata Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis (9/9/2021).

Perbaikan itu bersumber dari kelompok makanan, minuman dan tembakau yang diperkirakan oleh responden masih akan cukup baik didukung berbagai strategi seperti penjualan secara online atau pesan antar yang meningkat.

Kinerja penjualan eceran secara tahunan pada Juli 2021 tersebut mengalami kontraksi 2,9 persen (yoy) atau lebih rendah dari pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 2,5 persen (yoy).

Hal ini dipengaruhi oleh kelompok peralatan informasi dan komunikasi, perlengkapan rumah tangga lainnya, serta barang budaya dan rekreasi.

Sementara itu, responden memprakirakan kinerja penjualan eceran akan terus membaik pada Agustus 2021 tercermin dari IPR Agustus 2021 yang diprakirakan sebesar 196,5 atau secara bulanan tumbuh 4,3 persen (mtm).

Perbaikan ini ditopang oleh hampir semua kelompok terutama kelompok suku cadang dan aksesoris, perlengkapan rumah tangga lainnya, serta bahan bakar kendaraan bermotor.

Responden menyampaikan prakiraan peningkatan tersebut sejalan dengan mobilitas yang mulai membaik seiring dengan relaksasi pembatasan aktivitas masyarakat dan permintaan domestik yang meningkat.

Dari sisi harga, responden memprakirakan tekanan inflasi pada Oktober 2021 dan Januari 2022 akan meningkat dengan Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) pada Oktober 2021 sebesar 123 atau lebih tinggi dari bulan sebelumnya.

Untuk IEH Januari 2022 sebesar 134,2 atau lebih tinggi dari IEH pada bulan sebelumnya sebesar 129,3 karena dipengaruhi oleh kenaikan harga bahan baku. (E-3)

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load