Ekonom: Demokrasi Ekonomi Belum Tercipta Di Indonesia

Rabu , 04 Agustus 2021 | 21:56
Ekonom: Demokrasi Ekonomi Belum Tercipta Di Indonesia
Sumber Foto TIMES Indonesia
Ekonom Hendri Saparini

JAKARTA--Ekonom dari CORE Indonesia Hendri Saparini menilai demokrasi ekonomi belum tercipta di Indonesia, karena belum terjadi pertumbuhan ekonomi yang inklusif, yang hasilnya merata dan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Jika dibandingkan era tahun 70-an dimana perekonomian bisa tumbuh hingga 7 persen, saat ini pertumbuhan ekonomi kita terus menurun hanya di kisaran lima persen. Jika bicara pertumbuhan inklusif dalam kondisi seperti ini, untuk menuju Indonesia emas di tahun 2045, menurut saya ini ada PR (Pekerjaan Rumah) besar,” ujar Hendri dalam Webminar Publik ‘CSIS dan Transformasi Ekonomi Menuju Indonesia 2045’, seperti dikutip RRI.co.id, Rabu (4/8).

Artinya, sambung Hendri, Indonesia tidak mungkin mencapai target untuk menjadi negara maju dengan pendapatan tinggi US$ 12.500 dollar per kapita. 

Itulah sebabnya penciptaan lapangan kerja yang luas menjadi penting melalui perencanaan kebijakan untuk menyerap angkatan kerja dengan tingkat pendidikan yang rendah.

“Saat ini, penduduk usia produktif di atas 15 tahun, 56 persennya hanya lulusan SD dan SMP, 19 persen lulusan SMA dan 12 persen lulusan SMK. Untuk menghadapi kondisi ini  investasi harus didorong agar mampu menyerap lapangan kerja yang luas,” terang Hendri.

Menurut  Henderi  situasi itu berkaitan dengan struktur usaha di Indonesia, dimana UKM 90 persennya didominasi usaha mikro kecil.

Selain itu linkage antara usaha menengah-besar dengan usaha kecil juga masih rendah. “Data saat ini  linkage antara usaha menengah besar dan usaha kecil di Indonesia baru 19 persen. Angka itu masih rendah  jika dibandingkan dengan persentase di negara-negara seperti Malaysia, Thailand bahkan Vietnam. Sehingga harus lebih ditingkatkan,” pungkas Hendri.



Sumber Berita: rri.co.id
KOMENTAR

End of content

No more pages to load