Seluruh Pasar Rakyat di Jawa-Bali Boleh Buka Hingga Jam 8 Malam

Senin , 26 Juli 2021 | 16:49
Seluruh Pasar Rakyat di Jawa-Bali Boleh Buka Hingga Jam 8 Malam
Sumber Foto: Istimewa
Pedagang daging sapi di pasar tradisional.

JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menyampaikan seluruh pasar rakyat di Jawa-Bali, termasuk Jakarta boleh dibuka selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 dengan ketentuan yang telah diatur pemerintah untuk mencegah penyebaran COVID-19.

"Jadi kalau kita lihat, pasar yang menjual barang-barang kebutuhan pokok, seluruh pasar rakyat di Jakarta boleh dibuka sampai dengan jam delapan malam dengan kapasitas 50 persen," kata Mendag Lutfi saat konferensi pers secara virtual di Jakarta, Senin (26/7/2021).

Mendag memaparkan pasar di Jawa Barat juga boleh buka hingga pukul 8 malam dengan kapasitas 50 persen. Tapi, khusus di Kota Bandung, jam operasionalnya adalah mulai Pukul 4 pagi hingga 10 pagi. Sedangkan di Bogor, pasar dibolehkan buka pukul 5 pagi hingga 4 sore.

Sementara di Jawa Tengah, pasar buka hingga pukul 8 malam dengan kapasitas pengunjung 50 persen. Tetapi, khusus di Banyumas, pembukaan pasar dimulai pukul 5 pagi hingga jam 2 siang. Di Cilacap mulai pukul 5 pagi hingga 2 siang dan Surakarta mulai pukul 5 pagi hingga jam 5 sore. Lalu di Tegal, pasar diperbolehkan buka pukul 5 pagi hingga jam 1 siang.

Sementara di Jawa Timur, maksimal pasar buka hingga jam 8 malam dengan kapasitas 50 persen. Di malang jam operasional pasar dimulai pukul 6 pagi hingga 11 siang, dan di Probolinggo pasar buka pada pukul 5 pagi hingga 4 sore.

Sementara di Bali, Banten, dan Daerah Istimewa Yogyakarta, pasar diperbolehkan buka hingga jam 8 malam dengan kapasitas pengunjung 50 persen.

"Toko kelontong, agen, pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, cucian kendaraan, dan usaha kecil juga boleh buka sampe jam 9 malam," ujar Mendag Lutfi.

Sementara untuk warung makan, juga diperbolehkan buka sampai jam 8 malam dengan maksimal kunjungan adalah 20 menit dan tidak boleh lebih dari tiga orang.

"Memang kita masih mengalami pembatasan, tapi kita harap ini dapat membantu daripada pergerakan ekonomi di pasar-pasar dan warung-warung di Jawa dan Bali," ujar Mendag Lutfi. (E-3)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load