Kemenperin Buka Program Diploma Satu Industri Kertas

Kamis , 22 Juli 2021 | 12:10
Kemenperin Buka Program Diploma Satu Industri Kertas
Sumber Foto: Istimewa
Kepala BPSDMI, Arus Gunawan.
POPULER

JAKARTA - Setelah sebelumnya membuka program setara Diploma Satu untuk Industri Logistik, Alat Berat dan Manufaktur, kali ini Kementerian Perindustrian buka lagi program serupa untuk memenuhi kebutuhan SDM kompeten untuk Industri Kertas.

Kemenperin melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) bekerja sama dengan 7 (tujuh) perusahaan industri kertas membuka program setara D1 untuk 27 siswa yang lulusannya langsung ditempatkan bekerja pada perusahaan bidang kertas yaitu PT Eco Paper Indonesia, PT Surabaya Mekabox, PT Kertas Padalarang, PT Enggal Subur Kertas, PT Pemalang Agro Wangi, PT Budi Makmur Perkasa dan PT Indah Kiat Pulp and Kertas Tbk Serang Mill.

Kepala BPSDMI, Arus Gunawan, bersama pimpinan perusahaan industri kertas meresmikan kegiatan ini didahuli dengan Penandatangangan MoU antara Kepala BPSDMI dengan ketujuh perusahaan pada Kamis (22/7/2021), di Jakarta disaksikan pula oleh Kepala Balai Besar Pulp dan Kertas (BBPK) dan Yayasan Selullosa Indonesia (YASI).

“keberadaan SDM menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan industri dimana sektor industri merupakan salah satu sektor yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan berharap peserta program ini memanfaatkan kesempatan ini dengan baik” tambah Arus.

Penyelenggaraan Program Setara D1 Teknologi Kertas merupakan bagian dari fasilitas Kementerian perindustrian bagi 899 mahasiswa yang tersebar dalam setidaknya 10 Propinsi dan 12 Kabupaten / Kota di Indonesia yang dapat mengikuti kegiatan ini dan langsung bekerja di industri.

Heppy Moiras, Direktur PT. Indah Kiat Pulp dan Kertas Tbk. Serang Mill, memaparkan bahwa Penyelenggaraan program setara D1 Teknologi Kertas, merupakan langkah awal dari industri kertas dalam mendapatkan pasokan SDM secara spesifik yang belum dapat di pasok oleh pendidikan secara umum.

“kerjasama seperti kami harapkan terus dapat ditingkatkan untuk meningkatkan daya saing Industri Kertas nasional karena memang kebutuhan akan tenaga kerja di sektor ini tinggi,”tekan Heppy. Data menunjukkan bahwa pada tahun 2019 kapasitas produksi kertas sebesar 10,1 juta ton dengan konsumsi 6,3 juta ton. Pulp juga tercatat sebagai ekspor 5,3 juta ton dan impor 1,4 juta ton.

Sejak Pandemi COVID-19 di awal 2020 sampai dengan saat ini, memang permintaan menurun, tetapi secara global mencatat saat ini permintaan pulp dan kertas masih meningkat rerata 2,1 persen, sedangkan di dalam negeri dalam lima tahun terakhir permintaan tumbuh mencapai 63 persen. Mengacu data Sakernas, disebutkan bahwa kebutuhan tenaga kerja industri kertas dan barang kertas sebanyak 241.651 pada tahun 2020 sedangkan kebutuhan pada tahun 2021 sebanyak 10.563 orang.

Perkuliaan program ini diselenggarakan oleh Politeknik STMI Jakarta, melalui Program Studi Teknik Kima Polimer (TKP). Peserta mengikuti perkuliahan selama dua semester dengan total 43 SKS dengan kombinasi daring dan luring disesuaikan dengan kondisi pandemi sekarang ini. Sementara untuk Praktek Kerja Industri, akan dikerjakan di masing-masing perusahan dan ruang laboratorium di BBPK

Bukan hanya program setara D1 yang ini saja, Tahun ini, Politeknik STMI Jakarta juga telah menyelenggarakan Program Pendidikan Setara D1 untuk bidang Alat Berat yang bekerja sama dengan PT. Komatsu Indonesia sebanyak 2 (dua) angkatan yang dilaksanakan oleh Program Studi Teknik Industri Otomotif.
Mengingat begitu tinggi animo dari Industri untuk memanfaatkan program setara Diploma Satu ini, maka BPSDMI terus menjajaki kerjasama pembukaaan program ini dengan Industri terkait dan pemerintah daerah. (E-3)

 

 

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load