Kementerian ESDM Gelar Posko Siaga Ketenagalistrikan Selama PPKM

Rabu , 21 Juli 2021 | 16:50
Kementerian ESDM Gelar Posko Siaga Ketenagalistrikan Selama PPKM
Sumber Foto: Antara
Ilustrasi.

JAKARTA - Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM menggelar posko siaga darurat COVID-19 subsektor ketenagalistrikan selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa dan Bali.

"Selain memantau kondisi kelistrikan nasional, tim juga memantau kejadian khusus pemadaman listrik yang diakibatkan dari gangguan teknis di instalasi ketenagalistrikan ataupun disebabkan dari kondisi cuaca ekstrim sehingga mengganggu kenyamanan masyarakat selama PPKM," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Munir Ahmad di Jakarta, Rabu (21/7/2021).

Posko siaga, kata dia, dilaksanakan secara daring bersama tim PLN yang bertugas memonitor dan melaporkan kondisi kelistrikan dan keandalan pasokan objek vital, seperti industri produsen oksigen, rumah sakit rujukan, Palang Merah Indonesia (PMI), kantor kepolisian daerah, hingga Istana Presiden dan Wakil Presiden.

Menurutnya, selama dua pekan pelaksanaan posko tersebut secara umum kondisi pasokan listrik dilaporkan berada dalam kondisi aman.

Daya mampu pasok tercatat sebesar 41,85 gigawatt dan beban puncak sebesar 34,24 gigawatt, sehingga kapasitas cadangan daya keseluruhan sebesar 7,61 gigawatt atau setara 22,22 persen dari total daya pasok.

Suplai listrik di 745 rumah sakit rujukan COVID dan 29 produsen oksigen di wilayah Jawa hingga Bali berada dalam kondisi normal dan aman pada laporan Selasa (20/7/2021).

Munir menambahkan posko siaga COVID-19 subsektor ketenagalistrikan sempat melaporkan beberapa kejadian khusus yang menyebabkan terjadinya pemadaman di sejumlah daerah dan segera diatasi dengan baik.

Pada 11 Juli 2021 sempat terjadi pemadaman di Sorong, Papua Barat, akibat kegagalan gardu induk. Sistem kelistrikan dapat dipulihkan saat malam hari. Selain itu juga terjadi di Pontianak akibat gangguan pembangkit.

Gangguan listrik di wilayah lain juga dilaporkan terjadi pada 17 Juli 2021. Beberapa wilayah di Sulawesi Utara terjadi pemutusan aliran listrik akibat cuaca listrik yang menyebabkan pohon roboh mengenai Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM), isolator dan konduktor yang menyebabkan 1.515 gardu distribusi perlu dilakukan pemulihan.

Petugas PLN dengan cepat menangani gangguan tersebut sehingga pukul 15.00 WITA penormalan listrik sudah 100 persen.

"Sempat dilaporkan beberapa kejadian khusus, namun hal tersebut dapat segera diselesaikan petugas di lapangan," ujar Munir.

Selama bertugas di posko siaga ketenagalistrikan, petugas membuat laporan kondisi kelistrikan nasional terutama lokasi prioritas untuk dijadikan acuan.

Laporan harian itu disampaikan kepada Menteri ESDM melalui Direktur Jenderal Ketenagalistrikan.

"Jadi, apabila terjadi kekurangan pasokan atau gangguan listrik bisa langsung diantisipasi oleh petugas lapangan setempat sehingga tidak mengganggu aktifitas di masa PPKM," ucap Munir.

Sesuai prosedur posko darurat tersebut, PLN diminta untuk dapat cepat mengantisipasi apabila terjadi gangguan pada sistem kelistrikan.

Masyarakat dapat memanfaatkan berbagai kanal pengaduan konsumen listrik yang telah disiapkan oleh PLN dan Kementerian ESDM untuk melaporkan apabila terjadi gangguan kelistrikan selama masa PPKM di Jawa dan Bali. (E-3)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load