JICT Dukung Pemberantasan Pungli di Pelabuhan Tanjung Priok

Jumat , 11 Juni 2021 | 19:41
JICT Dukung Pemberantasan Pungli di Pelabuhan Tanjung Priok
Sumber Foto: Istimewa
Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok.

JAKARTA - PT Jakarta International Container Terminal (JICT) mendukung langkah-langkah yang dilakukan pemerintah dan aparat penegak hukum untuk membersihkan praktik pungutan liar (pungli) di kawasan kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, termasuk di terminal JICT.

"Kami prihatin dengan adanya praktik pungutan liar yang terjadi, termasuk penangkapan terhadap oknum pekerja outsourcing di terminal JICT yang tidak bertanggung jawab, dan kami yakin bahwa ini hanya segelintir kelompok kecil oknum yang melakukan pungli di lingkungan JICT demi mendapatkan keuntungan pribadi semata," kata Senior Manager Corporate Secretary JICT Raditya Arrya dalam keterangan pers, Jumat (11/6/2021).

Ia menyayangkan masih ada segelintir oknum pekerja yang diduga terlibat pungli dari perusahaan outsourcing yang ditunjuk oleh JICT.  Pihaknya sedang berkoordinasi dengan perusahaan tersebut untuk memastikan peristiwa ini tidak terjadi lagi.

"Kami juga akan dengan tegas minta perusahaan outsourcing tersebut untuk tetap membina dan memberikan apresiasi kepada pekerja-pekerja yang bertanggung jawab dan berdedikasi baik, dan kepada segelintir oknum pekerja yang terlibat dalam praktik pungli ini untuk diambil tindakan tegas sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujarnya.

Pihaknya akan memperketat dan tetap menerapkan sistem whistleblowing yang telah berjalan di JICT untuk mencegah terjadinya pelanggaran atau kecurangan.

Ia menegaskan setiap pelanggaran yang dilakukan akan diberikan sanksi berat sesuai ketentuan perusahaan yang berlaku. Sebagai operator peti kemas terbesar di Tanjung Priok fokus JICT adalah memberikan layanan yang cepat, aman, dan efisien. Apalagi di tengah situasi pandemi saat ini banyak tantangan yang harus dihadapi pelaku usaha ekspor impor yang dilayani JICT.

Ia mengajak dan meminta kepada setiap pengguna jasa, pelanggan, dan mitra kerja, untuk tidak memberikan atau membayar biaya atau bentuk apapun, kecuali tarif resmi dan mempunyai tanda terima resmi.

"Harapannya adalah dengan tindakan ini akan membuat praktik pungli hilang. Kita semua sebagai pelaku usaha di pelabuhan ini harus menjaga iklim usaha yang sehat dan bebas pungli. Semoga langkah penegakan hukum yang tegas dan konsisten ini akan semakin meningkatkan daya saing layanan di Pelabuhan Tanjung Priok, khususnya di JICT," ujarnya. (E-3)

 

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load