Pendapatan Negara April 2021 Tumbuh 6,5 Persen

Selasa , 25 Mei 2021 | 14:31
Pendapatan Negara April 2021 Tumbuh 6,5 Persen
Sumber Foto : Istimewa
Menteri Keuangan Sri Mulyani

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebutkan realisasi pendapatan negara hingga akhir April 2021 adalah sebesar Rp 585 triliun atau 33,5 persen dari target APBN yaitu Rp 1.743,6 triliun.

Sri Mulyani menuturkan pendapatan tersebut tumbuh 6,5 persen (yoy) dibandingkan periode sama 2020 yaitu sebesar Rp 549,4 triliun yang tumbuh 3,2 persen dari April 2019.

“Kita lihat kalau dari penerimaan pajak masih terkontraksi, namun lebih baik,” kata Menkeu Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN KiTA secara daring di Jakarta, Selasa (25/5/2021).

Sri Mulyani menuturkan pendapatan negara terdiri dari penerimaan pajak Rp 374,9 triliun, bea dan cukai Rp78,7 triliun, PNBP Rp 131,3 triliun serta hibah Rp 0,1 triliun.

Secara rinci penerimaan pajak Rp 374,9 triliun itu merupakan 30,5 persen dari target APBN sebesar Rp 1.229,6 triliun, namun menurun 0,5 persen dibanding realisasi periode sama tahun lalu Rp 376,6 triliun.

Kemudian penerimaan bea dan cukai sebesar Rp 78,7 triliun merupakan 36,6 persen dari target APBN Rp 215 triliun dan mampu tumbuh 36,5 persen dari periode April 2020 Rp 57,7 triliun.

Secara rinci bea masuk tumbuh 0,13 persen dipengaruhi tren kinerja impor nasional yang terus meningkat terutama pada sektor industri pengolahan.

Untuk cukai tumbuh 32,8 persen didorong pertumbuhan cukai hasil tembakau yang dipengaruhi limpahan pelunasan kredit pita cukai dari akhir tahun 2020 yang jatuh tempo awal 2021.

Untuk bea keluar tumbuh 658,9 persen didorong peningkatan ekspor komoditi tembaga dan tingginya harga produk kelapa sawit.

Selanjutnya untuk PNBP yang pada April 2021 sebesar Rp 131,1 triliun atau 44 persen dari target Rp 298,2 triliun tumbuh 14,9 persen dibanding April tahun lalu Rp 114,3 triliun.

Untuk hibah yang realisasinya Rp 0,1 triliun merupakan 5,7 persen dari target Rp0,9 triliun dan terkontraksi 94,2 persen dari April tahun lalu Rp 0,9 triliun. (E-3)

 

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load