Penarikan Uang Tunai Saat Lebaran di Jabodetabek Capai Rp 34,8 Triliun

Senin , 17 Mei 2021 | 14:59
Penarikan Uang Tunai Saat Lebaran di Jabodetabek Capai Rp 34,8 Triliun
Sumber Foto: Istimewa
Ilustrasi ATM perbankan di Indonesia.

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan selama periode Lebaran 2021/Idul Fitri 1442 Hijriah terjadi penarikan uang tunai sebesar Rp 34,8 triliun oleh masyarakat di wilayah Jabodetabek.

"Khusus Jabodetabek, BI mencatat penarikan dana tunai naik 61 persen atau Rp 34,8 triliun, dan ini lebih tinggi dibandingkan nasional," kata Airlangga, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/5/2021), memaparkan laporan yang diperolehnya dari Bank Indonesia (BI).

Sedangkan, jumlah uang beredar selama momentum Lebaran secara nasional, katanya, mencapai sebesar Rp 154,5 triliun.

"Dilaporkan oleh Bank Indonesia bahwa peredaran uang sebesar Rp 154,5 triliun atau meningkat dibandingkan tahun lalu, sebesar 41,5 persen," ujarnya.

Sebelumnya, Bank Indonesia memproyeksikan kebutuhan uang kartal periode Idul Fitri 2021 sebesar Rp 152,14 triliun atau meningkat 39,33 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan realisasi penarikan pada posisi yang sama tahun lalu sebesar Rp 109,20 triliun.

Hal itu berdasarkan proyeksi kebutuhan dana tunai di pulau Jawa yang sebesar Rp 59,4 triliun, disusul kantor pusat Rp 39,99 triliun,  Sumatera Rp 25,95 triliun, Kalimantan Rp 10,39 triliun, Sulawesi, Maluku, dan Papua Rp 10,85 triliun, dan terakhir Bali Nusra Rp 5,58 triliun.

"Perbankan mengajukan rencana penarikan uang sebesar Rp 152,14 triliun, meningkat 39,33 persen dibandingkan 2020 sebesar Rp 109,2 triliun," ujar Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI Marlison Hakim. (E-3)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load