BPSDMI Berhasil Menghubungkan 2.615 SMK dengan 856 Industri

Jumat , 07 Mei 2021 | 16:33
BPSDMI Berhasil Menghubungkan 2.615 SMK dengan 856 Industri
Sumber Foto: Istimewa
Kepala BPSDMI Kemenperin Arus Gunawan.

JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) terus mendukung pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia. Selain melalui penyelenggaraan pendidikan vokasi pada SMK dan Politeknik di bawah Kemenperin, BPSDMI juga mendukung penuh revitalisasi kegiatan vokasi di seluruh SMK dan Politeknik di lndonesia.

"Sejak 2017 hingga saat ini, BPSDMI telah me-link and match kan 2.615 SMK dengan 856 Industri. Selain itu, kita telah lakukan Pelatihan baik di dalam maupun di luar negeri dan magang Guru Produktif di industri sebanyak 3.797 guru SMK serta memberikan bantuan alat praktek untuk 144 SMK berupa 70 Mesin CNC dan peralatan workshop," kata Kepala BPSDMI Kemenperin Arus Gunawan, di Jakarta, Jumat (7/5/2021).

Menurut Arus, selama ini BPSDMI juga telah memfasilitasi industri dalam upaya penyediaan SDM Industri yang kompeten melalui kegiatan Coaching Clinic Super Tax Deduction. "Melalui kegiatan coaching clinic super tax deduction itu akan semakin banyak industri yang terlibat dalam pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia. Melalui program kerjasama dengan Kemenko Perekonomian, Ditjen Pajak dan Kadin Indonesia telah melibatkan 198 perusahaan DI 2021, sedangkan tahun 2020 sebanyak 165 perusahaan juga telah mengikuti kegiatan ini," ungkapnya.

Tak hanya itu, BPSDMI juga bekerjasama dengan KADIN Indonesia, GIZ Jerman dan IHK Trier menyelenggarakan Pelatihan Pelatih Tempat Kerja (In Company Trainer Training).

Hingga Maret 2021, pelatihan pelatih tempat kerja, master dan senior master ini telah diselenggarakan sebanyak 12 kali dengan jumlah peserta sebanyak 150 orang Pelatih yang akan menjadi instruktur / pembimbing siswa magang di Industri.

Meski pendidikan vokasi industri ikut terdampak akibat pandemi, BPSDMI sendiri akan tetap mendukung program vokasi industri dengan pembukaan akses magang melalui protokol kesehatan yang ketat, namun dalam jumlah terbatas. "BPSDMI mendukung perusahaan terus terlibat dalam kegiatan vokasi dengan penyediaan pelatih di tempat kerja dan memanfaatkan insentif super tax deduction," kata Arus Gunawan. (E-3)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load