Kementan Dapat Anggaran Tambahan Rp 4,19 Triliun

Kamis , 08 April 2021 | 16:58
Kementan Dapat Anggaran Tambahan Rp 4,19 Triliun
Sumber Foto : Istimewa
Mentan Syahrul Yasin Limpo

JAKARTA - Kementerian Pertanian mendapatkan anggaran belanja tambahan sebesar Rp 4,19 triliun yang akan digunakan untuk mendukung penyediaan pangan pada masa pandemi COVID-19 dan percepatan pemulihan ekonomi nasional (PEN) tahun 2021.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta, Kamis, menjelaskan tadinya Kementerian Pertanian mengusulkan anggaran belanja tambahan (ABT) untuk 2021 sebesar Rp 8,43 triliun

"Dari usul sebesar Rp 8,43 triliun, Menteri Keuangan melalui Surat Menteri Keuangan Nomor S-39/MK.12/2021 pada tanggal 18 Maret 2021 menyetujui ABT untuk Kementerian Pertanian sebesar Rp 4,19 triliun," katanya.

Syahrul menjelaskan, dari total tambahan anggaran tersebut, sebesar Rp 3,42 triliun akan dialokasikan untuk kegiatan peningkatan ketersediaan pangan. Sementara sisa Rp 771,25 miliar akan dialokasikan untuk kegiatan padat karya infrastruktur pertanian.

Anggaran belanja tambahan pada 2021 tersebut disebar ke sejumlah eselon I Kementan guna merealisasikan program yang dimaksud.

Syahrul merinci, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan akan mendapat tambahan anggaran sebesar Rp 1,95 triliun; Ditjen Hortikultura sebesar Rp 38,03 miliar; Ditjen Perkebunan sebesar Rp 337,31 miliar; Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan sebesar Rp 615,31 miliar; dan Ditjen Sarana dan Prasarana Pertanian akan mendapat Rp 890,22 miliar.

Sementara itu, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian memperoleh tambahan Rp 234,2 miliar, dan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian mendapat tambahan sebesar Rp 128,25 miliar.

"Alokasi ABT 2021 tersebut diimplementasikan dalam bentuk kegiatan utama, yaitu peningkatan komoditas tanaman pangan utamanya padi, jagung serta kedelai," ujar Syahrul.

Kemudian, tambahan anggaran juga akan direalisasikan untuk peningkatan komoditas hortikultura, utamanya alpukat, durian, kelengkeng; peningkatan komoditas perkebunan utamanya tebu, kelapa, kopi dan lainnya; juga peningkatan komoditas susu, daging sapi, daging itik dan kerbau.

Tambahan anggaran juga akan diimplementasikan untuk dukungan alsintan (alat dan mesin pertanian) dan padat karya; inovasi teknologi, riset dan pengembangan inovasi kolaboratif serta hilirisasi; juga dukungan pengawalan dan pendampingan serta penyuluhan dan pelatihan pertanian.

"Kegiatan utama tersebut telah dirancang untuk dilaksanakan di provinsi-provinsi sesuai kebutuhan dan apa yang masuk ke Kementan saat ini," imbuhnya.

Dengan tambahan anggaran tersebut, Syahrul mengatakan pagu anggaran Kementerian Pertanian mengalami perubahan dari sebelumnya Rp 15,51 triliun menjadi Rp 19,71 triliun.

Syahrul merinci, alokasi anggaran sejumlah eselon I pun mengalami perubahan dengan adanya ABT 2021, sebagai berikut, yaitu Ditjen Tanaman Pangan menjadi Rp 5,18 triliun, Ditjen Hortikultura menjadi Rp 813,42 miliar, Ditjen Perkebunan Rp 1,34 triliun, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Rp 1,99 triliun, Ditjen Sarana dan Prasarana Pertanian Rp 4,43 triliun, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Rp 1,47 triliun serta Badan Penyuluhan dan dan Pengembangan SDM Pertanian menjadi Rp 1,21 triliun.

Sementara itu, eselon I lain yang tidak mengalami perubahan alokasi anggaran diantaranya Sekretariat Jenderal tetap Rp 1,66 triliun, Inspektor Jenderal sebesar Rp 100 miliar, Badan Ketahanan Pangan sebesar Rp 553,38 miliar, dan Badan Karantina sebesar Rp 958,15 miliar. (E-3)

 

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load