Bank Indonesia Panggil BRI Terkait "Skimming"

Jumat , 16 Maret 2018 | 15:10
Bank Indonesia Panggil BRI Terkait
Bank Indonesia (Foto: Dok/Ist)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) sudah memanggil pimpinan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Persero Tbk untuk meminta penjelasan terkait banyaknya kasus pencurian data di kartu debit (skimming), khususnya yang terjadi di Kediri, Jawa Timur.

Deputi Gubernur BI Erwin Rijanto di Jakarta, Jumat (16/3/2018) mengatakan, BRI telah menjamin akan menuntaskan kasus dugaan "skimming" tersebut. Bila terbukti modus yang digunakan adalah "skimming" maka BRI akan mengganti keseluruhan dana nasabah yang hilang."Karena ini menyangkut sistem pembayaran, kami juga sangat 'concern'," ujarnya.

Terpisah, Komisaris Utama BRI Andrinof Chaniago mengatakan, pihaknya sudah bergerak cepat dan mengambil beberapa langkah pencegahan agar kejadian ini tak terulang. Misalnya, dengan penguatan sistem IT perbankan. Sementara itu, pihak BRI sudah mengembalikan dana nasabah yang hilang akibat kasus skimming

"Ini bukan virus, ini bagaimana orang mengacak-acak sistem, jaringannya dibaca, dia bisa menyedot data. Bagaimana dia bisa menyedot data? itu yang diamankan. Jadi IT itu pertahanan utama kita. Di internal cepat membaca atau menyiapkan pertahanan teknologinya," katanya saat ditemui di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (15/3/2018).

Sementara itu, Direktur Utama BRI Suprajarto menambahkan kasus skimming hanya terjadi pada 1 unit ATM di Kediri. Jumlah nasabah yang dirugikan sebanyak 40-an dengan total dana yang hilang mencapai Rp 100 juta.

Ia menjelaskan proses pergantian uang nasabah yang hilang sudah selesai dilakukan dan pihaknya juga telah menangkap pelaku kejahatan skimming. Agar kasus ini tak terulang, BRI akan segera mempercepat penggunaan teknologi chip pada transaksi menggunakan kartu ATM/ Debit. Kesulitannya sekarang adalah proses distribusi kartu kepada nasabah yang membutuhkan waktu tidak sebentar.

Dalam keterangan tertulisnya, Sekretaris Perusahaan BRI Bambang Tribaroto mengatakan saat ini perusahaan tengah melakukan enhancement keamanan di teknologi e-channel milik BRI."Kenyamanan nasabah menjadi fokus kami, dan kami mengimbau agar nasabah tidak perlu khawatir akan keamanan dalam menggunakan layanan Bank BRI," ujarnya, Rabu (14/3/2018).

Polda Jawa Timur mencatat hingga Rabu (14/3/2018) ada 87 nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang melapor bahwa saldo pada rekeningnya telah berkurang secara misterius.

Sebanyak 33 orang diantaranya tercatat sebagai nasabah BRI Unit Ngadiluwih dan 54 orang nasabah dari BRI Unit Purwokerto."Korban nasabah BRI ini tiba-tiba menerima pesan singkat yang menginformasikan saldonya berkurang antara Rp500 ribu hingga 10 juta. Padahal mereka sama sekali tidak melakukan transaksi," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera.

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load